Puncak tertinggi adalah mengenal Allah… Allah itu ADA. Untuk mencari yang ADA, seseorang salik itu perlu mati… “mati sebelum mati”… (jangan bunuh diri pula) … dengan itu tidaklah ia asyik dengan angan-angan kosong dan khayalan sahaja.
Salik dan dunia ini …hanya wujud dalam fikiran…. bagaimana pun ia tiada hakikatnya… kedua-suanya semata-mata …KOSONG. Sesuatu yang kosong tidak dapat menyampaikan kepada yang ADA.
Oleh itu… mencari yang ADA … daripada sesuatu yang tidak ada.. adalah sesuatu yang sia-sia… kerana yang tidak ada.. tidak berupaya menzahirkan yang ADA.
Sebaliknya …Yang ADA lah yang mewujudkan segala sesuatu “yang tidak ada”… KOSONG.. kepada yang ADA.
Dzat yang ghaib lagi ghaib itu… selama-lamanya tidak akan ada kenyataannya…. tetapi ada penzairan sifat-sifatnya.. terutamanya kepada salik yang mukmin.. salik yang mengenal NYA. Si salik hanya menjadi pernyataan … tajali… Dzat yang ghaibul ghaib.
Daripada AHDAH.. timbul pula …WAHDAH.. iaitu kenyataan kesempurnaan Sifat NYA.. inilah pintu untuk mengenal yang ADA…. yang tiada …KOSONG… tidak mungkin boleh bertukar menjadi Yang ADA…
DIA lah yang ADA, DIA lah Yang Zahir…Yang Batin…Yang Awal.. dan Yang Akhir…
Oleh yang demikian wujud NYA lebih terang dan nyata daripada wujud-wujud yang lain..
DIA lah Yang Melihat dan Yang Di Lihat..
Wujud kamu…. hanya tidak ada…. KOSONG….semata-mata.
![Almost Like Another Planet... Pamukkale Blues (UNESCO World Heritage) [Explore #1, THANK YOU] Almost Like Another Planet... Pamukkale Blues (UNESCO World Heritage) [Explore #1, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7079/7209710670_f67079c754_m.jpg)







Awal agama mengenal Allah.
agama dulu ke? kenal Allah dulu?
By: Radzhi on Julai 17, 2009
at 3:55 am
Segala-galanya kepunyaan Allah, jadi Allah lah yang dulu.
By: hajirikhusyuk on Julai 17, 2009
at 6:57 am
Sesudah kenal Allah bagaimana mau beragama?
By: Radzhi on Julai 27, 2009
at 7:23 am
salam..
Beragama adalah mengikut syariat yang dibawa oleh Rasullulah saw, lakukan syariat, contohnya rukun Islam, rukun Iman dan sebagainya, secara kasarnya itulah beragama.
Tetapi bagi mereka yang telah mengenal Allah syariat adalah dengan kehadiran Allah,… tidak hanya semasa beribadah tetapi setiap gerak dan diam dalam seharian itu pun beserta Allah.
By: hajirikhusyuk on Julai 27, 2009
at 12:55 pm
Awal luddin Makrifat tullah>>>
Awal Agama mengenal Allah.
Apa itu Agama dan apa itu Allah.
mohon tuan …tk
By: hamdan Mohd on Ogos 10, 2009
at 5:02 pm
Salammm..
Allah adalah Tuhan, agama itu syarikat yang dibawa Rusullulah untuk menyampaikan manusia kepada Allah.
By: hajirikhusyuk on Ogos 12, 2009
at 1:44 pm
Kalau Rasulullah itu yang menyampaikan manusia kepada Allah.
bagaimana sekarang Rasulullah dah tiada. nampaknya tak sampailah kita pada Allah.
By: adi on April 4, 2011
at 4:36 pm
pewaris nabi kan ramai
By: hajirikhusyuk on April 4, 2011
at 8:15 pm
kesudahan hamba kembali kepada Allah..
kesudahan Allah kepada hamba..
hamba tidak ada daya upaya melainka Allah…
salam
din
By: din on Oktober 1, 2009
at 2:23 am
Salam kembali untuk saudara Din,
Selamat datang ke blog ini, berdasarkan komen ana pasti ante telah mengenalNya…
Alhamdullillah.
By: hajirikhusyuk on Oktober 1, 2009
at 3:51 am
MAKRIFAT IALAH :Mengenal Allah SWT.pada Zat-nya,pada Sifat-nya,pada Asma’nya dan pada Af’al-nya.
1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :
Awal agama mengenal Allah.
2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :
Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.
3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya :
Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya.
4. ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA Artinya :
Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 172)
5. AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya :
Manusia itu rahasiaku dan akulah rahasianya.
6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :
Aku ada didalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat.
7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :
Aku lebih dekat dari urat nadi lehermu.
8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :
Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.
Bismillahirrahmanirrahim.
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH
Pada malam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah-berantah pada zat,Semata-mata,pada belum ada awal dan belum ada akhir,belum ada Bulan dan belum ada Matahari,belum adbintang belum ada sesuatu.
Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah,maka dalam keadaan ini,diri yang punya zat tersebut ialah Mentajalikan diri-nya untuk memuji diri-nya.
Lantas Tajali-nyalah Nur Allah dan kemudian ditajali-nya pula Nur Muhammad Yaitu Insan Kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana,Ana Anta.
Maka yang punya zat bertannya kepada Nur Muhammad dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.
Lantas ditanyakan kepada Nur Muhammad, aku ini Tuhanmu ? Maka jawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh, Ya…Engkau Tuhanku.Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Araf 172.
ALASTUBIRABBIKUM,QOOLU BALA SYAHIDNA.
Artinya : Bukan aku ini tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,Kami menjadi Saksi.
Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksankan,maka bermulalah Era barudi dalam perwujudan Allah SWT.seperti firman Allah dalam Hadits Qudsi yang artinya :
“Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.
Apa yang dimaksud dengan mahkluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan daripada Nur Muhammad.tujuan yang punya zat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri,Maka diri Rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui Amanah ya oleh suatu kejadian yang bernama :
Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia,atau Rohani.
FIRMAN ALLAH DALAM HADITS QUDSI ;
AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
Artinya : Manusia itu Rahasiaku dan akulah yang menjadi Rahasianya.
Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena IA MENGANDUNG RAHASIA.
Dengan perkataan lain manusia itu mengandung Rahasia Allah.
Karena manusia menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya,dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal tuhannya,sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT.yaitu tatkala berpisah Roh dengan jasad.
Firman Allah dalam surat An-nisa ayat 58 SBB:
INNALLAHA YAK MARUKUM ANTU ABDUL AMANATI ILAAHLIHA.
Artinya :Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Allah).
Hal tersebut diatas dipertegas lagi oleh Allah dalam Hadits Qudsi :
MAN ARAFA NAFSAHU,FAQAT ARAFA RABAHU.
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya.
By: Tahjud on Oktober 5, 2009
at 6:59 am
Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini,Pernah ditawarkan Rahasia-nya itu kepada Langit,Bumi dan Gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.
Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al—Ahzab ayat 72.
INNA ‘ARAT NAL AMATA, ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL FA ABAINA ANYAH MILNAHA WA AS FAKNA MINHA,WAHAMA LAHAL INSANNU.
Artinya : Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada Langit,Bumi danGunung-gunung tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa tidak akan sanggup, Lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.
Oleh karena amanat (Rahasia Allah) telah diterima,maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya.
Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rahasia.
Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri Bathin/Roh) untuk tujan inilah maka Adam dilahirkan untuk m,emperbanyak diri, diri penanggung Rahasia dan berkembang dari satu Dekade ke satu Dekade,diri satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT DAN RAHASIA DI KUMPUL KEMBALI.
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN.
Artinya : Kita berasal dari Allah, kembali kepada Allah.
salam
Tahjud
By: Tahjud on Oktober 5, 2009
at 7:04 am
Salam..
terima kasih (daun keladi) saudara Tahjud atas masukan ini.
By: hajirikhusyuk on Oktober 5, 2009
at 7:22 am
hakikat takbir
Bermula haqiqat takbir itu, hendaklah kita hadirkan mata hati dengan Musyahadah kepada zat Allah terlebih dahulu/sebelum mengangkat takbiratul ihrak, maka hendaklah kita tetapkan segala kehendak hati, Ruh, dan perasaan kita untuk tawajuh (menghadap) dan liqa’ (menemui) Allah SWT.
Bila sudah demikian, baru kita kata usalli…dan sudah mengembalikan/menyerahkan amanat Allah Ta’ala yang ada pada kita, yakni ujud kita yang kasar ini (baharu) dan yang menanggung amanat yaitu diri kita yang bathin. Adapun amanat itu kita serahkan kepada pemilik amanah yakni Allah SWT. Itulah sebabnya kita disebut Ummat Muhammad SAW yang ditanyai mengenai amanat Allah Ta’ala itu.
seperti firmannya :
Artinya : Bahwasanya Allah Ta’ala memerintah kepadamu sekalian untuk mengembalikan amanat itu kepada pemiliknya.
Dengan dikembalikan/diserahkannya amanat Allah itu kepada pemiliknya yaitu Allah ta’ala itu sendiri, maka jadilah fana/lebur/hilang/karam sekalian sifat tubuh kita di dalam laut “Ruh Bahrul Qadim” adapun yang tinggal ketika itu hanya sifat Ruh semata-mata, dan itulah Ruh ilmu Allah, kemudian, kita katakan Allahhu Akbar. Itulah yang dinamakan lebur/karam kehambaan diri kita (Fana Fillah) kedalam ke-Baqaan Allah, dimana nyata keadaan zat Allah semata-mata. Inilah yang harus kita syuhudkan sampai kepada salam.
Maka janganlah kita lalai dari penjelasan ini yang artinya syuhud itu, dipancang dengan mata hati itulah pengetahuan zat dan ilmunya dan sebenar-benar ilmunya itu, iman kepada kita dan sebenar-benar Sir-Allah itu, cahaya kalam Allah yang tidak berhuruf, tidak bersuara yaitu ujud zat yang mutlak, seperti yang tersebut dalam Hadits Qudsi :
Artinya : tidak bersuara, tidak berhuruf dan tiada bertempat/berbekas.
Firman Allah dalam Al-qur’an :
Artinya :Apakah mereka itu dijadikan bukan dari sesuatu atau mereka yang menjdikan mereka, dan bukanlah Aku yang menjadikan mereka.
Hendaklah takbir kita itu, dengan syah lagi jazam yakni yaqin. Hati kita hadir dengan Allah Ta’ala, yakni ingat kepada Allah maka takbir kita serta membesarkan Allah Ta’ala. Pada waktu mengangkat takbir itu, menjadi tempat perhimpunan pada kalimah La Ilaha Illa Allah : yang kita pandang hanya Allah semata-mata artinya kita fana sekali-kali tidak ada, yang ada hanya Ujud Allah semata.
Caranya adalah, sebelum mengangkat takbiratul ihram kita tarik nafas dengan Hu haqiqatnya Aku Allah Akbar, yang lain semua kecil. sesudah itu di angkat takbiratul ihram “Allahu Akbar” dengan qasat, ta’aradh, ta’ayyin (tubuh hati Ruh).
ARTI RAHASIA SURAH AL-FATEHAH DIALUH QUDSI:
Bismilah : Allah menamai akan dirinya
Arrahman : Ya Muhammad aku menciptakan engkau.
Arrahim : Ya Muhammad aku mengatakan Rahasiaku kepadamu
Alhamdulillahi : Ya Muhammad, sembahyangku itu ganti sembahyangmu untuk memuji diriku.
Rabbil Alamin : Ya Muhammad, aku tau yang lahir dan yang bathin.
Arrahmannirrahim : Ya Muhammad, Yang membaca fateha itu aku dan sembahyang itu aku memuji diriku.
Maliki Yaumiddin : Ya Muhammad, Aku Tuhan yang maha besar pada isi sekalian alam, kamu ganti kerajaanku.
Iyya Kana’ Budu : Ya Muhammad, tiada lain yang sembahyang itu melainkan aku memuji diriku.
Waiyyakanas Ta’in : Ya Muhammad, yang ghaib aku jua tiada aku engkau ganti kerajaanku.
Ihdinasshirathal Mustaqim : Ya Muhammad, tiada yang tau………engkau jua yang mengetahui aku.
Shiratallazi Na’an Amta’Alaihim : Ya Muhammad, tiada murka aku kepadamu, tiada nyata aku jika tiada engkau.
Waladdhallin : Ya Muhammad, jika tiada kasihku tidak ada engkau dan tiada Rahasiaku sekaliannya.
Amin : Ya Muhammad, adamu itu ganti Rahasiaku.
ARTI RAHSIA SURAH AL-IKHLAS DIALUH QUDSI:
Qul Huwallahu Ahad : Aku nyata dengan dirimu.
Allahus shamad : Aku jadi penolong dunia dan akhirat
Lam Yalid Walam Yulad : Aku Esa Ghaib kepadamu.
Walam Yakul Lahu Kupuan Ahad : Aku nyata dengan dirimu
INILAH PUJI QADIM BAGI QADIM = SEDANG KAN HAMba.. LEMAH
Tahjud
By: Tahjud on Oktober 19, 2009
at 12:33 am
terima kasih, saudara Tahjud,
tulisan nan menarik, nanti saya masukkan
di bawah kategori DARI ANTA: memulangkan amanat.
By: hajirikhusyuk on Oktober 19, 2009
at 2:08 am
Kiasan marifat dan kedekan Allah dengan hambaNya:
Allah umpama Kapas
Roh umpama benang
Hamba umpama Kain
Jadi Terdindingnya hamba dengan Allah seperti kain tidak mengenal kapas, seperti benang tidak mengenal kapas.
Pertanyaan apakah ada tempatnya kapas tidak di dalam kain tidak juga di luar kain, tidak juga di kanan juga tidak di kiri tidak juga di atas tidak juga di bawah kain tetapi, mesra mulai titik bi ajalnya..sebenar-benarnya kain adalah melalului kapas.. kain dan benang hanya nama saja..serupa tidak sebanding..
dan di saat mana kita .. menyaksikan Allah di saat di dalam kandungan. dan di saat makrifat, dan di saat mau berpulang kerahmatullah. jelaslah kalau kita tidak mengenal Allah, jelaslah Dia tidak hadir juga tidak di saat skarotal maut…masya Allah.
Barang sesuatu tidak dikenal akan mustahil dapat di ingat..atau di sembah atau penyaksian..
berarti hanya iman-iman sangka (palsu) belaka tau hayal sedangkan Allah sifatnya ada sedangkan hamba (adam)
sifatnya tiada dan lemah..
salam, mudahan ada bayangan dan besar manfaatnya.
dari
Tahjud/Balikpapan
By: tahjud on November 3, 2009
at 7:08 am
Salam Tahjud, ada kefahaman sedikit. Oleh bagaimana hendak mengenal antara kain, kapas dan benang. Sedangkan ia bercampur-campur membentuk kain. Minta sedikit penerangan. Bagaimana untuk membezakan antara 3 perkara tersebut.
By: Mohd Iskandar on Disember 11, 2009
at 4:19 pm
harap sdr Tahjud tidak keberatan untuk menjawab soalan ini.
By: hajirikhusyuk on Disember 12, 2009
at 2:40 am
jawaban untuk sdr .mohd iskandar:
sebenar-benarnya-nya tidak bercampur
benang itu sebenarnya kapas
dan kain itu sebenarnya kapas juga:
jangan bingung, benang dan kapas hanya nama samaran saja.
seperti papan mencari kayu: sebenarnya papan itu kayu..
itulah perumpamaannya: coba kain jadikan benang kemudian benang
jadikan Kapas : apa Ada lagi nama kain dan kapas..
mudahan paham
salam laika.
By: tahjud on Disember 26, 2009
at 1:00 pm
kain hakikatnya kapas
benangpun haqikatnya kapas
cob kain kau jadi kan kapas apa ada benang dan kain yang nampak kapas
jadi kapas bersembunyi di kain…nama benang dan kain itu hanya nama samaran saja. itulah yana dinamakan haqiqat..
By: tahjud on Januari 25, 2010
at 9:32 am
makasih,, sdr Tahjud
By: hajirikhusyuk on Januari 25, 2010
at 10:38 am
saudara Tahjud,,,
terima kasih atas masukkan ini,
nanti ana pindahkan ke kategori: Dari Anta: kiasan
salam alaika.
By: hajirikhusyuk on November 3, 2009
at 10:52 am
Marifat tauhidul iman
Ma’rifat adalah nikmat yang teramat besar. Namun, kenikmatan syurga tiada sebanding dengan nikmat menatap wajah Allah secara langsung. Itulah puncak dari segala puncak kenikmatan dan kebahagiaan.
Rasulullah s.a.w sendiri menjanjikan hal ini dan baginda pernah menyebut bahawa umatnya akan dapat melihat Allah SWT di Saat pana, Maupun jaga, Kezahiranya Sangat Nampak Pada Hamba, Hadis qudsi Al insanu syirri wa ana syirrohu (Adapun insansan itu Rahasiaku kata allah Dan aku pun rahasianya). kuciptakan adam dan anak cucunya seperti rupa-rupaku, kata Allah,
Unsur Insan itu, ada jasad ada nyawa, ada Allah: Maka hiduplah Hamba. Adapun Jasat, Nyawa, dan Allah taala. Bagaikan Barang senyawa, Yang tidak bisa dipisahkan Satu samain, Begitu juga, Lagit dan bumi, dan makluk lainnya.
Allah Taala satu Disembah Bersama-sama, ramai-ramai bukan begitu. Itu hanya sangka saja, maripatnya Allah Swt Esa Pada wujud Hamba Masing-masing sudah mutkak satu persatu diberi sesembahan kenapa berpaling Mencaryang jauh, sungguh melampaui batas.
Dalilnya. aku beserta hambaku dimana dia berada.Tentang melihat Allah ini, Allah SWT berfirman mengisahkan permintaan Musa untuk melihat-Nya: “Dan tatkala Nabi Musa datang pada waktu yang kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka nabi Musa (merayu dengan) berkata:” Wahai Tuhan ku, perlihatkanlah kepadaku (zat-Mu Yang Maha Suci) supaya aku dapat melihat-Mu.” Allah berfirman: ”Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku.
(rahasianya, tidak ada yang bisa melihat Allah Hanya Allah. Sebab Terdinding Hamba kepada Allah, selain ujud Allah Masih ada Rasa Ujud Hamba Cuma itu).
tetapi pandanglah ke gunung itu,
(Pada kutika Nabi Musa menandang gunung Begitu juga allah Taala berpisah sementara daripada jiwa Nabi Musa maka pingsan nabi Musa Bukannya mendengar akan letusan gunung tsb),
jika ia tetap berada di tempatnya (sebagaimana sediakala) nescaya kamu dapat melihat-Ku.
(” Engkau adalah aku aku adalah engkau, apa yang disaksikan Nabi Musa menyaksikan dirnya di luar diri untuk sementara Setelah Allah ‘Tajalla’ (menzahirkan kebesaran-Nya) kepada gunung itu, (maka) ‘Tajallinya’ menjadikan gunung itu hancur lebur dan nabi Musa pun jatuh pengsan).
Setelah ia sedar semula berkatalah ia:” Maha Suci Engkau (wahai Tuhan ku), aku bertaubat kepada Engkau dan akulah orang pertama beriman (pada zamanku)” (al- A’raf 7: 143).
Maha Suci Allah Yang Maha Berkuasa, Tiada daya sekalian makhluk melaink Allah.
Ampun Ma af
Wassalam
Tahjud/Balikpapan
By: tahjud on November 5, 2009
at 1:56 am
terima kasih atas masukan ini,
nanti ana masukkan di bawah kategori: Dari Anta: makrifat iman
By: hajirikhusyuk on November 5, 2009
at 6:41 am
Kiasan pantun
susah-susah mencari bilah
serat bilah ada di buluh
susah-susah mencari Allah
Allah mutaq mesra di tubuh..
biar terasa dekat
mudahan bermamfaat untuk semua,
salam
By: tahjud on November 5, 2009
at 8:54 am
biasanya begitulah yang jauh nampak, yang dekat tak nampak,
kena tukar paradigma,
yang dekat pun kena nampak juga.
By: hajirikhusyuk on November 6, 2009
at 12:57 am
Rekan: hajirikhusyuk yang dikasihi Allah..
sebenarnya :
Banyak jalan untuk mengenal Allah. kenyataan Allah itu ada di alam sagir/alam insan,
sebagian kecil saja di alam kabir/langait dan bumi, karena alam kabir itu saksi bisu, hanya bekas dari pada kudrad Allah dahulunya, yang di jaga oleh para malaikat dan bala tentaranya.
Sedangkan Alam insan, sempurna bentuk dan sempurna achlaqnya dan penjagaanya. Pertanyaan, Sebenarnya yang sempurna bentuk itu bentuknya siapa???
jawabnya, tidak lain dan tidak bukan bentuk dia juga.
Jalan mengenal Allah adalah mengenal diri sebenar-benarnya, diri lahir maupun bathin. Mulai mengenal asal usul dan ke mana kita kembali.
Mulai titik kejadian, dan melalui kesudahan segala sesuatu, ke mana
melalui sifat-sifat Allah, nama-nama Allah.
pengertian arasy/ kursi: otak /aqal.=7 lapis aqal /langit..pengertian. bumi 7 alam insan 7 lapis aurat tubuh dari kulit sampai sum-sum.
lailahaillah …menapikan /meniadakan akan tubuh,
muhammad rasulullah… menapikan/meniadakan akan nyawa.
Hua:hanya Allah yang maha ada.
Sebagai hamba … lahaulawalakuata illabillah.
mudah-anan bermanfaat
salam Tahjud/balikpapan
By: tahjud on November 6, 2009
at 1:48 am
terima kasih saudara Tahjud,
kerana sudi berkongsi ilmu di blog ini,
semoga ante dirahmati Allah,
dan sudi lagi untuk berkongsi ilmu bagi manfaat seagama.
By: hajirikhusyuk on November 6, 2009
at 3:31 am
SYARAT-syarat KHUSYUK RUTIN SETIAP HARI HARI.
KESUCIAN KUNCI UTAMA
1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn RUKUN SYAHADAD 4 tauhid ke esaan.
1. dapat mengesakan zat Allah, sipat Allah , asma Allah, dan Afal Allah di tanbah zaukun sahihun rasa LEZT KELENYAPAN MENUJU KHUSYUK..kesempurnaan2 di atas lenyap di istinja; istinja lenyap di wudhu;, wudhu , lenyap di rukun 13; rukun 13 lenyap disipat 20; sipat 20 lenyap di syahadad; syahadad lenyap di Makrifat; Marifat lenyap di Takbiratul ihram;tahbiratul ihram lenyap di dalam hushu . Mabrur Lenyap di syir Zat wajibal wujud Laisya kamislihi syaiun; MUSYAHADAHNYA…
KETIKA, Kalau 1 s/d 4 sempurna=Hlilang lenyap di dalam kubur kembali kepada allah..
• Mandi junub tidak sempuna putih kuning di dalam kubur utuh.
• Istinja tidak sempurna lamak mungkal di dalam kubur Utuh
• Wudhu tidak sempurna kurus kering di dalam kubur Utuh.
• Syahadat tidak sempurna Hancur lebur bercerai berai di dalam kubur.
BUKAN Mait Tetapi Bangkai. INI Tadi cum salah satu tidak sempurna.
dikalau sempurna :marifat nya hilang lenyap di dalam kubur….kembali ke asalnya Allah..negeri allah…
WaAkhirulda wahum alhamdulillahirabbil alamin Mudah-mudahan bermampaat bagi diri saya sendiri, dan orang lain..
Wassalam
Tahjudin
By: tahjud on November 6, 2009
at 2:26 am
terima kasih,
sekali lagi.
By: hajirikhusyuk on November 6, 2009
at 3:37 am
salam
”
• Mandi junub tdk sempuna putih kuning di dlm kubur utuh.
• Istinja tidak sempurna lamak mungkal di dalam kubur Utuh
• Wudhu tidak sempurna kurus kering di dalam kuburUtuh.
• Syahadat tidak sempurna Hancur lebur bercerai berai di dalam kubur.BUKAN Mait Tetapi Bangkai. INI Tadi cum salah 1 Tdk sempurna.
dikalau sempurna :marifat nya hilang lenyap di dalam kubur….kembali ke asalnya Allah..negeri allah…
”
apa yg sy paham daripada tulisan diatas adalah jasad org yg sudah mengenal tidak hancur, bahkan berkumpul di satu tempat org2 yg mengenal..
benarkah begitu?
By: hujanawanlaut on Disember 19, 2009
at 5:16 am
ya,,,
By: hajirikhusyuk on Disember 19, 2009
at 8:11 am
terima kasih atas jawapan tuan..
teruskan penulisan tuan…
sy senang membacanya…
jika tuan tidak keberatan,
boleh sy tahu alamat emel tuan?
ni emel sy (m_syukrie@hotmail.com)
By: hujanawanlaut on Disember 19, 2009
at 10:09 am
cukuplah di blog saja.
By: hajirikhusyuk on Disember 19, 2009
at 10:16 am
salam
meninggal org syariat apabila di dlm kubur mayatnya hancur lulur…
Meninggal org tarikat mayatnya bergelimpangan dan tulang2 brgelimpangan.
Meninggal org hakikat itu tulang2nya berkumpul satu tempat…
Meninggal org makrifat itu hilang lenyap.ghaib kembali pd tuhannya..
By: razuan on Januari 2, 2012
at 6:24 am
Menyembeh Allah yang betul adalah:satu persatu.
bukan satu untuk semua kalau satu untuk semua itu berarti Allah tidak laisya. Kalau ada yang kenal kepada Allah bisa di perkenalkan.. karena satu untuk semua hamba..menyembah Allah sifatnya sangat pribadi .. masing masing busur
panah.. satu Persatu..
makany kerahasiaan Allah
tetap terpelihara.. sampai akhir zaman..sebab apabila hamba sudah mengenal kepada Allah ..maka hamba wajab merahasiakan bentuk rupa maupun wujudnya..karena sangan rahasia peribadi.. sebab terbuka kepada orang awam .. dipasti di anggapnya suatu yang aneh dan tidak masuk akal bagi orngg awam..
mudahan bermanfaat.
salam
tahjud
By: tahjud on November 16, 2009
at 8:04 am
terima kasih,,
saudara Tahjud,,
Rahmat Allah untuk saudara.
Ana (hajirikhusyuk) mengalu-alukan saudara Tahjud, jika sudi menjawab soalan-soalan yang terdapat di dalam blog ini, di samping juga mengirimkan tulisan, yang bermanfaat bagi pembaca. Terlebih dahulu ana ucapkan jutaan terima kasih.
By: hajirikhusyuk on November 17, 2009
at 2:01 am
Assalamualaikum warahmatullah
Benar sungguh pernyataan ini –
“Menyembeh Allah yang betul adalah:satu persatu”
Sesuai dengan Kalam AlQuran dan Hadith Qudsiyyah.
Maa Syaa Allah, boleh jatuh pengsan saya jika terus-menerus saya selami haqiqat ini.
Allahu Akbar.
By: ismailsgbuloh on November 18, 2009
at 1:49 pm
terima kasih saudara Ismailsgbuluh,
salam.
By: hajirikhusyuk on November 18, 2009
at 11:49 pm
Hanya untuk waspada berdasarkan sejarah..
Wahabi adalah agen Yahudi dan Nasrani dalam kejatuhan Empayah Uthmaniyah
Menurut Abdul Qadim Zallum, gerakan Wahabi telah dimanfaatkan oleh Muhammad bin Saud (w. 1765) untuk memukul Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Namun tindakan yang sudah dapat disebut pemberontakan ini, menurut Zallum terjadi tanpa disadari oleh para penganut gerakan Wahabi, meski disadari sepenuhnya oleh Muhammad bin Saud. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 14).
Tulisan ini hendak mengkaji kitab Kaifa Hudimat Al-Khilafah (hal. 13-20) yang mengungkapkan upaya Muhammad bin Saud memanfaatkan gerakan Wahabi untuk mengguncangkan Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Kajian akan dilengkapi dengan berbagai referensi lain yang relevan.
Persekongkolan Negara-Negara Eropah
Gerakan Wahabi dan penguasa Saudi muncul pertama kali pada abad ke-18 di tengah kondisi yang kurang menguntungkan bagi Khilafah Utsmaniyah, baik internal maupun eksternal.
Secara internal, kelemahan Khilafah mulai menggejala pada abad ke-18 ini, disebabkan oleh buruknya penerapan hukum Islam, adanya paham-paham asing ?seperti nasionalisme dan demokrasi? yang mengaburkan ajaran Islam dalam benak umat Islam, dan lemahnya pemahaman Islam yang ditandai dengan vakumnya ijtihad. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah , hal. 177).
Secara eksternal, negara-negara Eropah seperti Inggris, Perancis, dan Italia telah dan sedang berkonspirasi untuk menghancurkan Khilafah Utsmaniyah. Negara-negara Eropa itu berkali-kali berkumpul dan bersidang membahas apa yang disebutnya Masalah Timur ( al-mas?alah al-syarqiyyah, eastern question ) dengan tujuan untuk membagi-bagi wilayah Khilafah. Meski tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam pembagian ini, namun mereka sepakat bulat dalam satu hal, yaitu Khilafah harus dihancurkan. (El-Ibrahimy, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah , hal. 27).
Agar Khilafah hancur, negara-negara Eropa itu melakukan serangan politik ( al-ghazwuz siyasi ) dengan menggerogoti wilayah-wilayah Khilafah. Selain Rusia yang yang telah mencaplok wilayah Turkistan tahun 1884 dari wilayah Khilafah, Perancis sebelumnya telah mencaplok Syam (Ghaza, Ramalah, dan Yafa) tahun 1799. Perancis juga telah merampas Al-Jazair tahun 1830, Tunisia tahun 1881, dan Marakesh tahun 1912. Italia tak ketinggalan menduduki Tripoli (Libya) tahun 1911. Sementara Inggris menguasai Mesir tahun 1882 dan Sudan tahun 1898. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah , hal. 206-207).
Demikianlah serangan militer telah dilancarkan Eropa untuk menghancurkan Khilafah dengan cara melakukan disintegrasi wilayah-wilayahnya satu demi satu. (Jamal Abdul Hadi Muhammad, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah , Juz II/9).
Selain upaya langsung dari luar, berbagai cara juga ditempuh oleh Eropa untuk menghancurkan Khilafah dari dalam. Menurut Zallum ada empat cara yang digunakan, yaitu : pertama , menghembuskan paham nasionalisme . Kedua , mendorong gerakan separatisme. Ketiga , memprovokasi umat untuk memberontak terhadap Khilafah. Keempat , memberi dukungan senjata dan dana untuk melawan Khilafah. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 13; Abdur Rauf Sinnu, An-Naz?at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah , hal. 91).
Di sinilah Inggris menggunakan cara-cara tersebut untuk memukul Khilafah dari dalam, melalui antek-anteknya Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud (w. 1830) yang memanfaatkan gerakan Wahabi. Upaya ini mendapat dukungan dana dan senjata dari Inggris. ( Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 13).
Hubungan konspiratif segitiga antara Inggris, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, dan gerakan Wahabi ini diuraikan secara detail oleh Abul As?ad dalam kitabnya As-Su?udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun (hal. 15). Menurutnya, Abdul Aziz membangun ambisi politiknya atas dasar dua basis. Pertama , adanya dukungan internasional dari Inggris. Kedua , adanya dukungan milisi bersenjata dari gerakan Wahabi.
Dukungan Inggris terhadap Abdul Aziz ini terbukti misalnya dengan adanya berbagai perjanjian rahasia antara Inggris dan Abdul Aziz tahun 1904. Abul As?ad mengatakan,?Hubungan ini [Inggris dan Abdul Aziz] semakin kuat dengan berbagai perjanjian rahasia antara dua pihak tahun 1904, di mana Abdul Aziz menerima dukungan materi, politik, dan militer dari Inggris yang membantunya untuk meluaskan pengaruhnya di Nejed serta menguasai kota Ihsa` dan Qathif tahun 1913.? (Abu Al-As?ad, As-Su?udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun , hal. 16).
Adapun dukungan milisi dari gerakan Wahabi kepada Abdul Aziz, telah terbentuk sebelumnya sejak tahun 1744 ketika terjadi kontrak politik antara ayahnya (Muhammad bin Saud) dengan Muhammad bin Abdul Wahhab. Kontrak politik ini berlangsung di kota Dir?iyyah, sehingga sering disebut ?Baiah Dir?iyyah? ( Tarikh Al-Fakhiri , tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, hal. 25).
Dengan kontrak politik itu, Muhammad bin Saud mendeklarasikan dukungannya terhadap paham gerakan Wahabi dan menerapkannya dalam wilayah kekuasaannya. Sedang gerakan Wahhabi yang sebelumnya hanya gerakan dakwah kelompok, berubah menjadi gerakan dakwah kekuasaan. Implikasinya, paham Wahabi yang semula hanya disebarkan lewat dakwah murni, kemudian disebarkan dengan paksa menggunakan kekuatan pedang kepada penganut mazhab lain, antara lain penganut mazhab Syafi?i. ( Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 16).
Pemberontakan Penguasa Saudi dan Wahabi Terhadap Khilafah
Dengan dukungan dana dan senjata dari Inggris, penguasa Saudi dan kaum Wahabi bahu membahu memerangi dan menduduki negeri-negeri Islam yang berada dalam kekuasaan Khilafah. Dengan ungkapan yang lebih tegas, sebenarnya mereka telah memberontak kepada Khalifah dan memerangi pasukan Amirul Mukminin dengan provokasi dan dukungan dari Inggris, gembongnya kafir penjajah. ( Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 13).
Penguasa Saudi dan Wahabi telah menyerang dan menduduki Kuwait tahun 1788, lalu menuju utara hingga mengepung Baghdad, menguasai Karbala dan kuburan Husein di sana untuk menghancurkan kuburan itu dan melarang orang menziarahinya. Pada tahun 1803 mereka menduduki Makkah dan tahun berikutnya (1804) berhasil menduduki Madinah dan merobohkan kubah-kubah besar yang menaungi kuburan Rasulullah SAW. Setelah menguasai Hijaz, mereka menuju ke utara (Syam) dan mendekati Hims. Mereka berhasil menguasai banyak wilayah di Siria hingga Halb (Aleppo). (Muwaffaq Bani Al-Marjih, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh , hal. 285).
Menurut Zallum, serangan militer ini sebenarnya adalah aksi imperialis Inggris, karena sudah diketahui bahwa penguasa Saudi adalah antek-anek Inggris. Jadi, Inggris telah memanfatkan penguasa Saudi yang selanjutnya juga memanfaatkan gerakan Wahabi untuk memukul Khilafah dari dalam dan mengobarkan perang saudara antar mazhab dalam tubuh Khilafah.
Hanya saja, seperti telah disebut di depan, para pengikut gerakan Wahabi tidak begitu menyadari kenyataan bahwa penguasa Saudi adalah antek Inggris. Mengapa? Karena menurut Zallum, hubungan yang terjadi bukanlah antara Inggris dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, melainkan antara Inggris dengan Abdul Aziz, lalu antara Inggris dengan anak Abdul Aziz, yaitu Saud bin Abdul Aziz. ( Kaifa Hudimat Al-Khilafah , hal. 14).
Mungkin karena sebab itulah, banyak para penganut gerakan Wahabi ?mereka lebih senang menyebut dirinya Salafi? menolak anggapan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah memberontak kepada Khilafah Utsmaniyah. Banyak kitab telah ditulis untuk membersihkan nama Muhammad bin Abdul Wahhab dari tuduhan yang menurut mereka tidak benar itu. Contohnya kitab Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah karya Asy-Syuwai?ir; lalu kitab Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab min Tuhmah Al-Khuruj ?Ala Ad-Daulah Al-Utsmaniyah karya Al-Gharib, juga kitab Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ?an Da?wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab karya Shalahudin Al Syaikh. Termasuk juga kitab yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yang berjudul Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah karya Ash-Shalabi. (Pustaka Al-Kautsar, 2004).
Bahkan dalam buku yang terakhir ini, Ash-Shalabi mencoba membangun konstruksi persepsi sejarah yang justru mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya. Ash-Shalabi mengatakan bahwa perang antara Khilafah (yang diwakili oleh Muhammad Ali, yakni Wali Mesir) melawan gerakan Wahabi pertengahan abad ke-19, adalah Perang Salib yang berbaju Islam . (Ash-Shalabi, Ad-Daulah Al-Utsmaniyah Awamil An-Nuhudh wa Asbab As-Suquth , hal. 623).
Maksudnya, Muhammad Ali dianggap representasi pihak Salib karena dia dianggap antek Inggris dan Perancis, sementara gerakan Wahabi dianggap representasi tentara Islam. Subhanallah, hadza buhtanun ?azhim .
Padahal, Muhammad Ali meski benar dia adalah antek Perancis menurut Zallum tapi dia memerangi Wahabi karena menjalankan perintah Khalifah, bukan menjalankan perintah kaum Salib. Jadi, perang yang terjadi sebenarnya adalah perang antara Khilafah dan kaum pemberontak yang didukung Inggris, bukan antara kaum Salib melawan pasukan Islam.
Ada satu fakta sejarah yang diabaikan oleh para penulis sejarah apologetik itu, yang mencoba membela posisi Wahabi atau penguasa Saudi yang memberontak kepada Khilafah. Mereka nampaknya lupa bahwa wilayah Hijaz telah lama masuk ke dalam wilayah Khilafah Utsmaniyah. Sejak tahun 1517 M, Hijaz telah secara resmi menjadi bagian Khilafah pada masa Khalifah Salim I yang berkuasa 1512-1520. Peristiwa ini ditandai dengan pernyerahan kunci Makkah dan Madinah kepada penguasa Khilafah Utsmaniyah. (Abdur Rauf Sinnu, An-Naz?at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah , hal. 89; Tarikh Ibnu Yusuf , hal. 16; Abdul Halim Uwais, Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah , hal. 88).
Jadi, kalau Hijaz adalah bagian Khilafah, maka upaya mendirikan kekuasaan dalam tubuh Khilafah, seperti yang dilakukan penguasa Saudi dan Wahabi, tak lain adalah upaya ilegal untuk membangun negara di dalam negara. Lalu kalau mereka berperang melawan Khalifah, apa namanya kalau bukan pemberontakan?
Para penulis sejarah apologetik itu semestinya bersikap objektif dan adil, tidak secara apriori berpihak kepada penguasa Saudi atau gerakan Wahabi. Atau secara apriori membenci Khilafah atau aktivis pejuang Khilafah saat ini. Allah SWT berfirman (artinya) : ?Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.? (QS Al-Maaidah : 8).
Namun nampaknya justru bersikap adil sepertilah yang paling sulit dilakukan oleh sejarawan, sejarawan manapun, khususnya penulis sejarah sezaman ( l?histoire contemporaine, contemporary history ). Dalam ilmu sejarah, menulis sejarah sezaman ini adalah paling sulit bagi ahli sejarah untuk tidak memihak ( non partisan ). Namun meski sulit, sejarawan seharusnya menulis secara obyektif, sekalipun menulis tentang penguasa yang sedang berkuasa. (Poeradisastra, 2008). Wallahu a?lam .
DAFTAR BACAAN
Aal Syaikh, Shalahudin bin Muhammad bin Abdurrahman , Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ?an Da?wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab , (ttp : tp), tt.
Abu Al-As?ad, Muhammad, As-Su?udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun , (Kairo : Markaz Ad-Dirasat wa Al-Ma?lumat al-Qanuniyah li Huquq al-Insan), 1996.
Al-Fakhiri, Tarikh Al-Fakhiri , tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
Al-Gharib, Abdul Basith bin Yusuf , Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab , (Amman : tp), tt.
Al-Ja?bari, Hafizh Muhammad, Gerakan Kebangkitan Islam (Harakah Al-Ba?ts Al-Islami) , Penerjemah Abu Ayyub Al-Anshari, (Solo : Duta Rohmah), 1996.
Al-Marjih, Muwaffaq Bani, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh , (Kuwait : Muasasah Shaqr Al-Khalij), 1984.
An-Nabhani, Taqiyuddin, Ad-Daulah Al-Islamiyyah , (Beirut : Darul Ummah), 2002.
Ash-Shallabi, Ali Muhammad, Ad-Daulah al-Utsmaniyah ?Awamil an-Nuhudh wa Asbab as-Suquth , (ttp : tp), tt.
Asy-Syuwai?ir, Muhammad Saad, Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah , (Ttp : Darul Habib), 2000.
El-Ibrahimy, M. Nur, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah , (Bandung : NV Almaarif), 1955.
Ibnu Yusuf, Tarikh Ibnu Yusuf , tahqiq Uwaidhah Al-Juhni, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
Imam, Hammadah, Daur Al-Usrah As-Su?udiyah fi Iqamah Ad-Daulah Al-Israiliyyah , (ttp : tp), 1997.
Muhammad, Jamal Abdul Hadi, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah , Juz II, (Al-Manshurah : Darul Wafa`), 1995.
Poeradisastra, S.I., Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern , (Depok : Komunitas Bambu), 2008.
Sinnu, Abdur Rauf, An-Naz?at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah 1877-1881 , (Beirut : Baisan), 1998.
Uwais, Abdul Halim, Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah , (ttp : tp), tt.
Yaghi, Ismail Ahmad, Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah fi At-Tarikh Al-Islami al-Hadits , (Ttp : Maktabah Al-?Abikan), 1998.
Zallum, Abdul Qadim, Kaifa Hudimat Al-Khilafah , (Beirut : Darul Ummah), 1990.
Attachments:
By: tahjud on November 23, 2009
at 4:09 am
terima kasih saudara Tahjud,,
nanti ana letakkan di bawah Dari Anta.
By: hajirikhusyuk on November 23, 2009
at 8:29 am
Waspadalah….t
Kontrofersi pemikiran Ibnu Taimiyah
Pemikiran Ibnu taimiyah sering menjadi ajang polemik di kalangan para Ulama, sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri, dan gara-gara itu dia sering keluar masuk penjara, terutama mengenai masalah-masalah Akidah dan Fiqih. Keberanian Ibnu Taimiah ini tidak hanya berbeda dengan para ulama di zamannya, namun Ibnu Taimiyah juga sering menyalahi Ijma`. Itulah yang membuat ulama di zamnnya geram pada Ibnu Taimiah.
Pemikiran pertama yang menjadi kontrofersi terjadi pada tahun 698 H. Hal itu gara-gara satu fatwa yang dikenal dengan masalah hamawiah . Fatwa ini membuat Qadhi waktu itu turun tangan, yaitu Imamauddin al-Quzwaini. Qadhi itu memberi fatwa ?Barang siapa yang mengambil pendapatnya Ibnu taimiah maka dia akan dita`zir.? Pada tahun 705 Ibnu Taimiah kembali membikin heboh yang membuat dirinya kembali masuk penjara, dan pada tahun 709 dia dipindahkan ke Iskandariah, di sanapaun dia jaga mengeluarkan fatwa-fatwa aneh yang dipermasalahkan oleh ulama setempat. [7]
Begitulah seterusnya Ibnu taimiiyah, dia terus keluar masuk penjara baik ketika dia di Syam atau di Mesir. Dalam beberapa kasus, Ibnu Taimiyah terkesan tidak konsekwen pada pendapatnya, kadang dia mengaku bermazhab Syafii, atau bermazhab Hambali dan kadang dia juga mengaku berakidah Asyairah namun di lain kesempatan dia juga mencaci tokoh-tokoh Asya?irah, seperti Imam Ghazali dan yang lainnya. Tidak hanya itu, Ibnu Taimiyah juga berani lancang mencaci sahabat Nabi [8]
Oleh sebab itulah, ulama dari masa ke masa senantiasa memperselisihkan sosok dan pemikiran Ibnu Taimiyah, ada yang menganggapnya fasik, ada yang menganggapnya mubtadi` (ahli bid?ah) dan bahkan ada yang menganggap kafir. Tidak hanya para penentangnyya yang mengkritik Ibnu taimiyah, murid-muridnya juga sering berbeda dan menasehatinya, seperti Ibnu Katsir dan adz-Dzahabi. Bahkan adz-Dzahabi menulis sebuah risalah husus yang berisi nasehat-nasehat agar Ibnu Taimiyah kembali dan bertobat. Surat ini di kenal dengan an-Nashî h ah adz-Dzahabiyah li Ibn Taimiyah . [9]
Penentang Ibnu Taimiyah sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri sampai pada saat ini terus mengalir, mulai dari kalangan fuqaha madzahabil arb?ah sampai para ulama kalam. Sedang yang mengarang kitab yang berisi kritikan pada Ibnu taimiyah juga sangat banyak, seperti as-Subki dan ulama-ulama setelahnya. [10].
Pemikiran kontrofersi Ibnu Taimiyah
Adapun pemikiran Ibnu Taimiyah yang dianggap bertentangan dengan Ijma`dan mayoritas ahlu sunnah wal jamaah sangat banyak diantaranya adalah:
Keyakinnanya tentang Zat Allah yang mempunyai jasad seperti jasadnya makhluk, duduk seperti duduknya makhluk, bertangan, mempunyai mata dang telinga. Bahkan Ibnu Taimiyah berkata bahwa Allah turun dari langit sebagai mana turunnya dia dari mimbar. Mazhab ini di sebut al- H asyawiyah al-Mujassamah . Dewasa ini beberapa ulama telah menulis penelitian dan mempelajari pemikiran ini dengan seksama, di antaranya adalah Kasyfu al-Shaghîr ?an ?Aqîdah Ibnu Taimiyah, karya Said Fudah, Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan, desertasi Doktor oleh Mansur Muhammad Ghawaiesy, dan Fatâwâ Ibnu Taimiyah fil-Mîzan, karya Muhammad Ahmad Ya?qubi.
Berani mencaci Ulama dan Sahabat Nabi. Kelancangan Ibnu taimiyah ini membuat nyawanya terancam karena telah berani mencaci Imam al-Ghazali dan pengikut Asya`irah lainnya. Bukan hanya itu, Ibnu Taimiyah beranggapan bahwa Imannya Sayyidina Ali tidak sah, sebab beliau masuk Islam sebelum baligh, dan Iman sayyidina Abu Bakar juga tidak sah karena Abu Bakar beriman dalam keadaan pikun hingga beliau tidak mengerti apa yang di ucapkan. Imam Ali ra. menurutnya memopunyai 17 kesalahan. Dan beliau berperang karena cinta kedudukan. Sedang sayyidina Utsman menurutnya sangat cinta dunia. Dalam kitab Durarul Kaminah dan kitab Fatawa Ibnu Taimiyah fil-Mizan dijelaskan panjang lebar masalah ini.
Inkar terhadap Majaz. Ibnu taimiyah berasumsi bahwa dirinya dengan pemikiran itu berada dalam Manhaj salaf. Sebab sebagaimana yang telah masyhur bahwa ulama dalam menyikapi ayat-ayat musytabihat ada dua kelompak, kelompok pertama adalah Tafwidh (menyerahkan penafsirannya pada Allah sendiri) mazhab ini yang diikuti oleh kebanyakan ulama salaf. Dan kelompok kedua adalah mazhab Ta`wil (mentafsiri ayat musytabihat sesuai dengan keesaan dan keagungan Allah) cara ini dipakai oleh ulama khalaf.
Sedang pendapat Ibnu taimiyah dalam masalah ini berkonsekwensi pada pemahaman yang berbahaya dalam memahamii al-Quran dan nama dan sifat Allah, sebab hanya membawa pada pengertian yang mustahil pada zat dan sifat Allah. Adapun pendapat salaf mengenai masalah Tafwidh, salaf tidak mau panjang lebar mengenai masalah ini, sehingga menyerahkan urusan ini pada Allah. Beda halnya dengan Ibnu taimiyah yang berani menafsiri Al-Quran dengan lahirnya saja, sehingga mengakibatkan hal yang fatal.
Disamping itu keingkaran Ibnu taymiyah pada majaz dapat menimbulkan pengertian yang salah terhadap teks Syariah, Ibnu Qayyim sendiri sebagai murid setia Ibnu Taimiyah merasa kebingungan menyikapi masalah ini, sebab tidak sedikit dari ulama salaf dan pengikut mazhab Hanafi (Ibnu Taimiyah mengaku bermazhab ini) yang mempercayai adanya majaz dalam al-Quran. Seperti Ibnu Abi Ya`la, Ibnu Agil, Ibnu al-Khattab dan lain-lain sangat menganggap keberadaan majaz dalam al-Quran. [11].
Seseorang yang membaca kitab Shawaiq al-Mursalah karya Ibnu Qayyim, maka akan tampak kebingungannya dalam menyikapi pendapat gurunya tersebut.
Ibnu Taimiyah menyalahi Ijma` ulama. Seperti pendapatnya talak waktu haid itu tidak terjadi, masalah ta`liq talak, seorang haid boleh tawaf tampa membayar kaffarat, kata-kata talak tiga hanya terjadi satu dan beberapa pendapat nyeleneh lainnya. Al-hasil banyak pendapat Ibnu taimiyah yang bertentangan dengan mayoritas ulama Ahlu sunnah wal jamaah.
Baca:kitab2 di bawah ini:
[1] Ibnu Hajar al-Asqalani Addurarul kaminah. Hal 88
[2] Ibid Hal 95
[3] Ibid hal 19
[4] Abu Hasan An-Nadwi, Robbaniyah La Rohbaniyah,hal 75-76
[5] Ibid
[6] Abdul Hadi al Raddul wafer, hal 89
[7] Ibnu Hajar al Asqalani, Addurarul Kaminah, Hal 88
[8] ibid, hal 90-98
[9] lihat Attaufiqu rabbani hal 23..
[10] Lihat Ahmad Muhammad al ya?qubi Fatawa Ibnu Taimiyah fil Mizan Hal 20-28
[11] Mansur Muhammad Ghawas Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan Hal. 41
Attachments:
By: tahjud on November 23, 2009
at 9:58 am
terimakasih saudara tahjud.
By: hajirikhusyuk on November 24, 2009
at 4:41 am
salam sudara tahjud
KARNA SESUATU YANG SANGAT BESAR BERADA DIDALAM DIRI KITA.
KARENA KITA BERADA DIDALAM DIRI KITA.
KITA BERKATA, DALAM DIRI BERKATA
KITA MEMINTA, DALAM DIRI MEMINTA
KITA MARAH, DALAM DIRI KITA MARAH
“SEMUA ADA DIDALAM DIRI KITA, JADI MINTALAH KEPADA DIRI KITA SENDIRI”
Wallahualam bissawab
By: Anugerah on Disember 19, 2009
at 1:37 pm
Kalau dah mintak pada diri sendiri tak payahlah kenal Allah.
By: adi on April 4, 2011
at 4:40 pm
Paham sesat wahabi
http://abu-syafiq.blogspot.com/2009/01/haram-
By: tahjud on November 26, 2009
at 9:14 am
http://abu-syafiq.blogspot.com/2009/01/haram-boikot-yahudi-fatwa-wahhabi.html
klik… blog kesesatan wahabi
By: tahjud on November 26, 2009
at 9:38 am
terima kasih
By: hajirikhusyuk on November 26, 2009
at 10:24 am
NAFSU
Suatu perlakuan naluri manusia yang mendorong manusia berperilaku menyimpang yang bertentangan dengan syariat dan hakekat Allah SWT. Karena nafsu itu merupakan tahap hijab yang harus ditembus atau dipecahkan oleh seorang anak manusia untuk mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya.
Tanpa memecahkan dinding hijab ini manusia tidak mungkin dapat kembali kepada Tuhannya semasa hidupnya di dunia atau mematikan dirinya sebelum mati.
Tujuh (7) martabat nafsu:
NAFSU AMARAH=dimurkai Allah
NAFSU LAWAHMAH=dimurkai Allah
NAFSU MULHAMAH=dimurkai Allah
NAFSU MUTMAINAH=diridhai Allah
NAFSU RADIAH=diridhai Allah
NAFSU MARDIAH=diredhai Allah
NAFSU KAMALIAH=disempurnakan Allah
WALAKAT HALAKNA PAUKA KUM SAB’ATARA-IKA
Artinya : Kami telah menciptakan dirimu tujuh jalan (nafsu) (Q.S. Al-Mu’minun : 17)
Memancarnya suatu nur di dalam Jantung itulah yang dinamakan kalbu. (Iman)
Setelah memecahkan dinding hijab yang disebut Nafsu Amarah
Innan Nadsa la-am maratun bissu-i
Artinya : Sesungguhnya nafsu amarah itu senantiasa menyuruh berbuat jahat.
(Q.S. Yusuf 53)
salam alaika ..
By: tahjud on Disember 11, 2009
at 9:38 am
salam alaika,,
makasih sdr Tahjud.
By: hajirikhusyuk on Disember 11, 2009
at 12:33 pm
Nabi Bersabda :
Bismillahirahman Nirrahim
“INNA AURAMA YANJURU MIN AKMALIHIS SHALAT PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKHMALIHI WAINLAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI IN MIN AKHMALIHI BAKDA”
Artinya : Sesungguhnya yang mula-mula dilihat oleh Allah dari amal perbuatan dari anak manusia adalah shalatnya.
Apa bila shalatnya sempurna maka diterimalah shalatnya itu dengan amal-amal yang lain.
Jika shalatnya tidak sempurna maka ditolaklah shalatnya itu dengan amal-amal yang lain. (HR,Al-Hakim).
“YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WAYA TUSALLUUN “
Artinya : Akan datang kepada manusia suatu zaman ,banyak yang shalat padahal sebenarnya mereka tidak Shalat (HR.Ahmad).
PAWAILUL LIL MUSALLIN……..Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat.
ALLAZINAHUM AN SHALATIHIM SAHUN
…….(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS>Al-Maun 4,5)
QAD AFLAHA MAN TAJAKKA, WAJA KARAS MARABBIHI FASHALLAH
Artinya :Sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang selalu mensucikan dirinya (jiwanya).
Dan ia ingat nama Tuhannya lalu ia shalat.(AL-A’LQA 14,15).
MANUSIA
Tatkala manusia dilahirkan kedunia, Bayi itu menangis dan tangisan tersebut mengandung makna sebagai berikut :
1. Tangisan pertama manusia itu merasa berat bebannya karena harus menanggung Rahasia Allah (Nyawa/ Roh).
2. Tangisan kedua manusia merasa gembira karena telah dilahirkan kedunia dan menjadi mahluk yang termulia.
Bayi yang berumur satu hari membawa kalimah pikun ( ) dan ketika Bayi mulai ketawa Ahmad Namanya.
Kemudian masa genggaman tangan mulai terbuka Muhammad Namanya ( ) sampai akil Baliqh, namanya Muhammad
Dan pada masa akil Baliqh inilah segala perintah Allah wajib baginya.
Manusia atau Insan terdiri dari :
1. Jasmani atau Jasad Kasar
2. Rohani atau Jasad Halus
Jasmani atau Jasad kasar ini dinamakan Muhammad.
Sedangkan Rohani atau Jasad Halus dinamakan diri Bhatin atau Roh atau diri Rahasia Allah. Tanpa diri bhatin atau Roh manusia itu disebut mayat.
Jadi yang dinamakan manusia itu karena dia menanggung Rahasia Allah (nyawa/Roh).
Karena manusia menanggung Rahasia Allah (diri Bhatin/Nyawa/Roh) maka manusia harus berusaha mengenal dirinya yaitu diri yang sebenar-benarnya diri dan dengan mengenal dirinya manusia akan mengenal Tuhannya, Sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT yaitu tatkala berpisah antara Roh/Nyawa dengan Jasadnya.
Manusia akan berguna di sisi Allah jika ia dapat menjaga Rahasia Allah (Nyawa/Roh) yaitu diri yang sebenar-benarnya diri.
Sehingga sembahyang itu bukan berarti menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu hanyalah diri Allah semata .
Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung Rahasia Allah SWT. dan tiada sesuatu pada diri kita hanya Rahasia Allah semata, serta tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata.
Fiaman Allah Dalam Al-Qur’an Surat AL-AHZAB 72
“INNA ‘ARADNAL AMANATA ‘ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL. FA ABAINA ANYAH MIL NAHA WA’ASFAKNA MINHA WAHAMALAHAL INSANU”
Artinya : “Sesungguhnya kami (Allah) lelah menawarkan suatu amanat kepada langit, Bumi, dan Gunung-gunung tapi mereka enggan menerimanya (Memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”.
Dan karena Firman Allah inilah kita mengucap
“ASHADU ALLAA ILAA HA ILALLAH, WA ASHADU ANNA MUHAMMAD DARRASULULLAH”.
Artinya : Kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya Allah SWT. Semata, dan tubuh zahir kita (Muhammad) sebagai tempat menangggung Rahasia Allah.
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA SYAIDINA MUHAMMAD WA’ALA ALI SYIDINA MUHAMMAD. KAMA SALAITA ‘ALA SYAIDINA IBRAHIM,WA’ALA SYAIDINA IBRAHIM,WABARIK ‘ALA SYAIDINA MUHAMMAD,WA’ALA SYAIDINA MUHAMMAD,KAMA BARAKTA ‘ALA SYAIDINA IBRAHIM,WA’ALA SYAIDINA IBRAHIM.FIL ALAMIN INNAKA HAMIDUN MAJID.
Dasar Hukumnya.
AL-QUR’AN Surat AL-ZARIYAT 21.
WA FII ANFUSIKUM AFA LAA TUBSHIRUUN.
Artinya : “Aku (Allah) ada pada dirimu (Jiwamu) mengapa kamu tidak memperhatikan.(tidak melihat).
WALIL LAHIL ASMA’UL HUSNA FAD ‘UHU BIHA.
Artinya : “Hanya milik Allah Asma’ul Husna,maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma’ul Husna itu (QS.AL-ARAF 180).
INNAMA YATAZAK KARU ULUL-ALBAB
Artinya : “ Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran ini.
(QS.AR-RADU 19).
ALLAZINA YUFUNA BI’AHDILLAHI WALA YAN QUDUNAL MISAQ
Artinya : “(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji.(QS.AR-RADU 20).
By: tahjud on Disember 11, 2009
at 9:43 am
salam alaika,,
terima kasih saudara Tahjud.
By: hajirikhusyuk on Disember 11, 2009
at 12:46 pm
salam alaika…
subhanallah.. sya terharu dengan siraman diatas..
bahkan lebih terharu karna memuji Allah. Allah melekat pada diri kita. karna semua ada didalam diri kita, potensi ada didalam diri kita, Alam semesta ada didalam diri kita, inilah sunnatullah yang sudah ditetapkan. ternyata KITA BERTAJALI KEPADA DIRI KITA SENDIRI. dan sebenarnya kita ini dimana dan kemana.
KITA BERADA DIDALAM DIRI KITA SENDIRI….
MASYA ALLAH…,,,
By: sii alim on Disember 19, 2009
at 1:28 pm
Salam alaika..
MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG
Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah.
Dua kalimah syahadat pada :
Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia)
Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH
Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA
Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD
Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD
MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG
Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang.
Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati :
Niat sbb : “aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.”
Dalilnya : LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI
Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya)
LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH
Artinya : Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah
WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH
Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah
WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu
IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’U
Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi)
AKI MIS SHALATA LI ZIKRI
Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145)
Sedangkan :
Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang
Tahayat ialah merupakan hati sembahyang
Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan
HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT
Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT
Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu :
Bulu
Kulit
Daging
Darah
Tulang
Lemak
Lendir
7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah.
HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH :
“Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar.
Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu :
1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadat
Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat.
Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji.
DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT.
Hakekat zakat dalam shalat ialah :
Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT.
“ Iiya Kanak Budu Wa Iiya Kanasta’in”
Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan.
HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT :
Tidak Boleh Makan Dan Minum
Mata Berpuasa
Telinga Berpuasa
Kulit Berpuasa
Hati Berpuasa.
mudahan ada mamfaatnya. aimn
By: tahjud on Disember 26, 2009
at 1:57 pm
salam alaika,,
makasih sdr Tahjud nan mulia.
By: hajirikhusyuk on Disember 27, 2009
at 2:22 am
Kalau beribu kali baca sahadah pun tak guna kalau tak disaksikan oleh tuan punya sahadah. Tak ada kesaksian daripada Allah. buat kerja sia-sia.
By: adi on April 4, 2011
at 4:44 pm
Ma‘rifat menurut ahli shufi ialah rasa kesadaran kepada Alloh akan sifat dan AsmaNYA
1. Sebutkan keutamaan Ma’rifat !
Keutamaan keutamaan ma‘rifat :
a.terhindar dari kerusakan. Berdasarkan dawuh Sayyidina Ali Karromalloohu Wajhah :
Tidak mengalami kerusakan orang yang menyadari akan kedudukan dirinya “.
b. Ketika mati akan diberi kebaikan oleh Allah menurut bilangan makhluk.
“Wahai hamba-KU ketika kamu bertemu dengan Aku dan kamu ma’rifat kepada KU, maka KU berikan kebaikan menurut bilangan Makhluk”
2. Apakah ma’rifat Billah itu ?
Marifat menurut bahasa adalah menggetahui Allah SWT.
Marifat menurut istilah adalah sadar kepada Allah SWT, yakni : hati menyadari bahwa segala sesuatu, termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin seperti : melihat, mendengar, merasa, menemukan, bergerak, berdiam, berangan-angan ,berfikir dan sebagainya semua adalah Alloh SWT , yang menciptakan dan yang mengerakan. Jadi semuanya Billah !.
3. Mengapa Ma’rifat ( sadar Billah ) dinyatakan sebagai masalah yang paling pokok, pertama dan paling utama ?
Marifat juga dinyatakan sebagai masalah yang paling pokok, pertama dan paling utama sebab Ma‘rifat Billah adalah soal Iman, soal tauhid, yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang, bahkan yang pertama kali yang diperjuangkan Rosulullah SAW, dimakkah selama 13 tahun, dan wajib kita memiliki serta kita perjuangkan .
Sebagaimana kata ulama’:
‘‘Bodoh Billah ( tidak sadar Allah ) hukumnya haram, dan Ma’rifat Billah adalah wajib “ ( Jami’ul Ushul Auliyak Hal 159 )
‘’Pertama kewajiban seseorang adalah Marifat kepada Tuhannya dengan yakin”. (Syekh Ibm Ruslan dalam kitab Zubad)
4. Apa ma’rifat Birrosul SAW dan sebutkan dasarnya !
Ma’rifat Birrosul adalah sadar kepada Rosulullah SAW yakni hati menyadari bahwa segala sesuatu termasuk gerak gerik dirinya lahir batin yang diridloi oleh Allah SWT adalah sebab jasa Rosuulullah SAW.:
Dasarnya
‘‘ Dan tiada KU mengutus Engkau ( Muhammad ) melainkan rohmat bagi seluruh alam ’’
5. Sebutkan jasa Rosulullooh SAW. Yang paling besar nilainya bagi ummatnya !
Jasa Rosululloh yang paling tinggi nilainya bagi umatnya adalah Iman dan Islam.
6. Sebutkan kedudukan Rosulullooh Saw !
kedudukan Beliau Rosululloh disisi Alloh SWT adalah :
sebagai utusan Allah SWT kepada seluruh umat manusia / makhluk.
“Tidaklah Muhammad itu melainkan sebagai utusan (ALL OH) “.
-Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW itu’adalah utusan Alloh.
Sebagai perantara / saluran Nikmat. dalam hal ini ada dua (2) bagian:
1. Nikmat Ijab : adalah sebagai perantara wujudnya makhluk dengan melalui Nur Beliau Rosululloh SAW.
Sesungguhnya Beliau Rosululloh SAW perantara yang terbesar semua ni’mat yang diberikan kepada kita semua, bahkan Beliau adalah uns.ur daripuk wujudnya semua makhluq Alloh SWT.
sebagaimana dikatakan dalam Hadist Qudsi, Alloh SWT berfirman :
“Andaikata tidak ada engkau (Muhammad) AKU (Alloh) tidak menciptakan makhluq “.
2. Nikmat Imdad : adalah Nur Beliau Rosululloh SAW , makhluk yang telah di pelihara kelestariannya.
Dalam hal ini ada dua (2) jalur :
jalur batiniyah / Rohani
jalur lahiriyah / jasmani untuk umatnya
dasar nikmat Imdad yang tersalu melalui rohani :
Hadist Shoheh yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Turmudzi, AI-Haldm dari Ibm Amfin sebagai berikut :
“Sesungguhnya Alloh SWT menciptakan makhluqNYA di dalam keadaan gelap, maka Alloh. SWT memancarkan atas diriku dari Nur-NYA, maka barang siapa terkena pancaran Nur tadi, ia akan mendapatkan petunjuk dan barang siapa tidak kena Nur itu ia akan tersesat”.
Dasar Ni’mat Imdad yang tersalur melalui lahir.
Dalam Surat AI-Maidah Ayat 15 se’butkan :
“Sesungguh telah datang kepadamu sekalian dari Alloh SWT Nur (Muhammad SAW) dan Kitab Al – Qur’an yang menerangkan halal, haram, haq dan bathil “
7. Apa fungsi Beliau Rosululloh SAW ?
Beliau Rosulullah berfungsi sebagai juru selamat umat manusia dari kesesatan dan kehancuran didunia dan diakhirat.
8. Bagaimana merealisasi ma’rifat Billah wa Rosulihi Saw. Secara sempurna ? jelaskan
Ma‘rifat Billah wa Rosulihi SAW baru di anggap sempurna bila dasari dalam hati diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, yakni disamping hati selalu sadar Billah dan sadar Birrosul, dibuktikan dengan amal perbuatan lahir selalu taat dan patuh atas segala perintah Allah SWT ( LILLAH ) dan selalu mengikuti tuntunan Rosulullah SAW (LIRROSUL) dalam kehidupan nyata sehari-hari. atau istilah lain benar -benar merealisasi dua kalimat Syahadat.
By: tahjud on Disember 26, 2009
at 3:51 pm
makasih banyak,,
sdr Tahjud,
salam alaika,
By: hajirikhusyuk on Disember 27, 2009
at 2:23 am
Menahan diri dari segala hal yang dilarang
Sebuah hadits mengatakan, “Hidup sebagai hamba dan menjauhi hal-hal yang dilarang adalah lebih berharga dibandingkan ibadah seluruh malaikat, manusia dan Jinn selama hidupnya.”
·Bersabar dalam menghadapi orang yang mengganggu kita.
Ini adalah tipe kesabaran yang paling baik di antara ketiganya. Al-Qur’an mengatakan, Kami menguji beberapa di antara kalian dengan orang-orang lainnya di antara kalian.”
Kesabaran adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Jika kalian mempunyai kesabaran, seluruh kebaikan akan kalian dapatkan. Pandangan Allah tertuju pada diri kalian, jadi akankah kalian bersabar?
By: http://komisiprima.com/?ref=3625 on Disember 31, 2009
at 9:23 am
salam alaika,,
makasih
By: hajirikhusyuk on Januari 1, 2010
at 12:30 am
SYAHNYA RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN IALAH:
: Mengenal Allah SWT, pada Zat-nya, pada Sifat-nya, pada Asma-nya dan pada Af’al-nya.
1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :
Awal agama mengenal Allah.
2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA?RIFAT Artinya :
Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.
3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya :
Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya.
4. ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA Artinya :
Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi. (QS.AL-ARAF 172)
5. AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya :
Manusia itu rahasiaku dan akulah rahasianya.
6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :
Aku ada di dalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat.
7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :
Aku lebih dekat dari urat nadi lehermu.
8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :
Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.
Bismillahirrahmanirrahim.
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH
Pada malam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah-berantah pada zat, Semata-mata, pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada Bulan dan belum ada Matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu.
Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang punya zat tersebut ialah Mentajalikan diri-nya untuk memuji diri-nya.
Lantas Tajali-nyalah Nur Allah dan kemudian ditajali-nya pula Nur Muhammad Yaitu Insan Kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, Ana Anta.
Maka yang punya zat bertannya kepada Nur Muhammad dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.
Lantas ditanyakan kepada Nur Muhammad, aku ini Tuhanmu ? Maka jawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh, Ya? Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur?an surat Al-Araf 172.
ALASTUBIRABBIKUM,QOOLU BALA SYAHIDNA.
Artinya : Bukan aku ini tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,Kami menjadi Saksi.
Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksankan, maka bermulalah Era barudi dalam perwujudan Allah SWT. seperti firman Allah dalam Hadits Qudsi yang artinya :
Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.
Apa yang dimaksud dengan mahkluk ini ialah: Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan daripada Nur Muhammad. tujuan yang punya zat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri, Maka diri Rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui Amanah ya oleh suatu kejadian yang bernama :
Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia, atau Rohani.
FIRMAN ALLAH DALAM HADITS QUDSI ;
AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
Artinya : Manusia itu Rahasiaku dan akulah yang menjadi Rahasianya.
Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena IA MENGANDUNG RAHASIA.
Dengan perkataan lain manusia itu mengandung Rahasia Allah.
Karena manusia menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya, dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal tuhannya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT. yaitu tatkala berpisah Roh dengan jasad.
Firman Allah dalam surat An-nisa ayat 58 SBB:
INNALLAHA YAK MARUKUM ANTU ABDUL AMANATI ILAAHLIHA.
Artinya :Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Allah).
Hal tersebut diatas dipertegas lagi oleh Allah dalam Hadits Qudsi :
MAN ARAFA NAFSAHU,FAQAT ARAFA RABAHU.
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya.
Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, Pernah ditawarkan Rahasia-nya itu kepada Langit, Bumi dan Gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.
Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al Ahzab ayat 72.
INNA ?ARAT NAL AMATA, ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL FA ABAINA ANYAH MILNAHA WA AS FAKNA MINHA,WAHAMA LAHAL INSANNU.
Artinya : Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada Langit, Bumi danGunung-gunung tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa tidak akan sanggup, Lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.
Oleh karena amanat (Rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya.
Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rahasia.
Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri Bathin/Roh) untuk tujan inilah maka Adam dilahirkan untuk m,emperbanyak diri, diri penanggung Rahasia dan berkembang dari satu Dekade ke satu Dekade, diri satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT DAN RAHASIA DI KUMPUL KEMBALI.
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN.
Artinya : Kita berasal dari Allah, kembali kepada Allah.
SALAM
TAHJUD
By: tahjud on Januari 11, 2010
at 2:15 am
salam alaika,,
makasih banyak
sdr Tahjud nan mulia.
By: hajirikhusyuk on Januari 11, 2010
at 5:17 am
Tuan Tahjud,
Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.
Allah perkenal diriNya kepada manusia melalui batang tubuh manusia itu atau melalui Rasulnya?
By: adi on April 4, 2011
at 4:57 pm
masya allah, alhamdulillah dapat menemukan blog ini. semoga semuanya dalam rahmatnya.
By: faisal on Disember 16, 2010
at 10:50 pm
Tingkatan peling tinggi dari ilmu mengenal Allah dalam arti sudah terlaksanakan/tajali dalam diri/sudah mengenal Allah, sesuai dengan penjelasan Pak Tahjud, apa yang dirasakan dan apa yang dialami dan ciri2 yang sudah mengenal Allah secara fisik?
Terimakasih
ArdyBdg
By: Ardybdg on Mac 12, 2011
at 1:52 am