Posted by: hajirikhusyuk | November 7, 2009

Hakikat wujud

hutan kelam

Wujud yang paling nyata adalah wujud Allah, wujud benda termasuk diri sendiri  adalah dengan cahaya Allah (Dzat Allah).

Apabila ante melihat sesuatu benda di sekitar ante, yang pertama ante lihat adalah Cahaya Allah, kemudian baru rupa wujud yang ditunjukkah (diterangi) Cahaya Allah tersebut.

Sebagai analogi: Apabila ante membuat sesuatu bentuk (ukiran) dengan lilin (katakanlah sebuah patung manusia),  yang pertama ante perhatikan adalah lilin, kemudian rupa bentuk patung yang anda buat itu, tetapi tahukah ante bentuk adalah sebuah khayalan (hanya berada dalam fikiran) dan tidak wujud pada zahirnya.

Bentuk patung manusia itu ada dalam khayalan ante sahaja, pada zahirnya bentuk itu adalah lilin. Jadi tidak ada bentuk pada lilin, ini terbukti apabila ante pecahkan bentuk (ukiran)  itu, semuanya bentuk itu akan hancur dan yang tinggal adalah lilin semata. Jadi bentuk dan lilin adalah esa (satu) jua.

Oleh yang demikian bentuk tidak beserta dengan lilin, dan dengan ini tidak membolehkan ia menjadi dua, ( bentuk dan lilin), tetapi hanya lilin yang ada.

Benda atau rupa adalah kosong (adum), hanya lilin yang ada, kerana benda atau bentuk tiada hakikatnya, ia hanya wujud dalam khayalan atau fikiran sahaja.

Dengan analogi ini dapatlah pemahaman bahawa hanya Dzat dan Sifat Allah sahaja yang ada, manakala makhluk hakikatnya tiada, hanya kosong.

Oleh itu, apabila ante melihat kepada diri ante atau benda-benda yang lain di sekeliling ante, pertama ante lihat adalah Dzat Allah, kerana makhluk tiada hakikatnya, ia ada kelihatan hanya kerana pancaran Cahaya Allah. Apabila makhluk Fana maka ia menjadi yang Mutlak.

Ingatlah,  pandangan (mata hati) terhadap diri ante sendiri adalah pandangan terhadap Allah (apabila ante memahami perkara ini), kerana jasad ante tiada hakikatnya, fana, maka inilah juga yang dikatakan: Siapa yang kenal dirinya maka kenal ia Tuhannya.

Dengan yang demikian, apabila ante melihat sesuatu termasuk diri ante, pandangan terhadap Dzat Allah adalah yang pertama, berbanding pandangan terhadap benda atau diri ante. Kerana jikalau ante melihat benda atau diri ante dahulu, berkemungkinan ante  terlupa melihat Dzat Allah, dan dengan itu ante terhijab daripada melihat Allah.

Cuba fikirkan.

MasyaAllah.

About these ads

Responses

  1. Salaam,

    Saya ingin penjelasan lanjut berkenaan frasa ayat yang berbunyi ” Siapa yang kenal dirinya maka kenal ia Tuhannya”, dalam artikel diatas. Sebab status ayat tersebut dikatakan bersumberkan hadis palsu, adakah sesuatu yang dikategorikan palsu boleh dijadikan sandaran.

    Terima kasih.

    Rujukan berkenaan hadis palsu tersebut

    http://drmaza.com/himpunan_fatwa/?p=37

    • salam alaika,,

      terima kasih atas kunjungan tuan ke blog ini.

      ana akui sememangnya ada pertikaian berkaitan kata-kata: “Siapa yang kenal dirinya maka kenal ia Tuhannya.” Ada yang berpendapat ia adalah hadis manakalah ada pula yang berpendapat bukan, bahkan kata-kata Sufi dalam pencariannya kepada Allah.

      Itulah sebabnya dalam dalam tulisan ana “Hakikat wujud” ana tidak menyatakan ia sebagai bersumberkan hadis, ana hanya memetik kata-kata tersebut, kerana ana menyadari pertikaian tersebut dari awal tulisan lagi.

      Bagi pandangan ana sesuatu yang bermaksud baik dan dapat menyampaikan kepada Allah, tidak salah kalau digunakan sebagai alat atau motivasi dalam pencarian.

      • Salaam,

        Terima kasih atas penjelasannya…. betul tidak ada salahnya dijadikan motivasi, sama seperti hadis yang lebih kurang berbunyi ” tuntutlah ilmu walau ke nagara China sekalipun…”, walaupun ianya dikategorikan hadis palsu namun mesej didalamnya amat bermakna sekali…..

        Berbalik kepada soalan asal saya, bolehkah tuan berikan sandaran dalilnya dari Al Quran keutamaan “mengenal Tuhannya” ? Terima kasih dan maaf kiranya saya banyak bertanya…..

      • salam kembali,,

        kerana kesempitan ruang di sini,,
        jawapanya ada di bahagian bawah.

      • Menjawab saudara :maha hati
        antaa sangat awam sekali ..juga bukan orang Marifat.
        perhatiakan:

        KESUCIAN hadist qudsi :man arafa nafsahu paqad Arafa Nafsahu=barangsiapa mengenal dirinya akan terkenal pada tuhannya.(hadis qudsi).
        Hadis Qudsi Adalah Perkataan Allah Langsung Kepada Nabi atau perkataan sir/rahasia, tampa melewati jibril. Langsung dari /atau Bathin rasulullah yang tersembunyi-
        allah dan hamba, haq kepada Ahlinya untuk dirawikan.

        Hadis Qudsi menempati kedudukan paling istimewa setelah Al-Quran. Hampir tak ada bedanya dengan Al-Quran, hadis qudsi adalah ungkapan langsung atau sapaan Allah kepada hamba-Nya melalui lisan Nabi. Dalam hadis qudsi, Tuhan selalu menyatakan diri sebagai, “Aku” dan menyapa hamba-Nya sebagai “Engkau”, sehingga hubungan “Aku dan Engkau” terasa begitu akrab dan hangat. Jalinan keintiman ini, pada gilirannya, membuat hadis qudsi lebih bisa menguak berbagai rahasia sisi keilahian-Nya di satu sisi, dan rahasia kehidupan makhluk di sisi lain.

        Karena itu, wajarlah kalau kemudian hadis qudsi lebih banyak dijelaskan para sufi. Bahkan bisa dikatakan bahwa hadis qudsi merupakan sumber inspirasi terbesar mereka setelah Al-Quran. Mereka kerap mendasarkan ajaran-ajaran utama mereka pada hadis qudsi . Atas jasa mereka, berbagai makna yang tak terkira dari sapaan Ilahi itu bisa kita nikmati.

        Salah satu penjelasan alternative terhadap hadis qudsi yang jarang diungkap adalah penjelasan langsung (syarah) para perawinya. Di antara para perawi (ahli hadis) ada juga yang sekaligus ahli sufiatil muhqqikin, seperti, Jalaluddin Al-Suyuthi, Zakaria Al-Anshari, Ibn Qayyim Al-Jauzi dan seterusnya. Bahkan, selain mendalam, penjelasan mereka memiliki dasar kekuatan yang jauh lebih tinggi: otoritas sanad (rangkaian perarwi hadis ) yang sampai kepada nabi SAW. Ialah qul haq walau kaanna murra= katakanlah yang haq sekaipun pahit.

        Tatkala rasulullah Menyampaikan yang pahit-pahit katahuan sia A kapir, si A munapik, si A beriman, si A hasud, dan si A murtad. Bagai mana penerimaan pada waktu itu, itulah cap dirinya= pada kutika itu banyak yg memusuhi nabi ada yang mau membunuh dulu teman sekarang terpisah….apalagi sekarang.

        Tolong rekan, sebenarnya hadist itu tidak ada yang lemah, daib dan mashur, yang lemah dan daib, dan yang ingkar itu =orang-orang yang memahaminya saja yang ala qadri ukulihim, tidak sampi memikirnya karena miskim akan ilmunya.

        Rekan, kalau mengambi posting tolong dilihat latar belakang ulama apa dia, ulama puqaha atau ulama ul lisan atau ulama salap, ulama-ulama yang ini adalah ulama-ulama hasud yang tidak mengerti ilmu bathin. Berimannya hanya lisan saja bukan pil bathin. Ini adalah ulama yang memandang dengan sebelah mata, termasuk gulongan A war ya itu =dajjal . mempinah tampa melihat mata kepala. Yang menghasut aulia allah atau para aribillah.

        Hati-hati kalau kuwalat sama aulia Allah, sebab ilmu wal amaliah itu ihtisal kepada rasulullah sampai kepada Allah, tidak ada obatnya kuawalat sama auliaallah MATI TIDAK BER IMAN mungki apakah golongan a war itu .

        Ulalma yang menghasut aulia sebenarnya dia berdoa untuk muslimin wal muslimat yang hidup dan yang mati, aulia wa sufitil mukqqikin. Doa haul jama doa ber jandi dan di al qur tidak sesuai doa sama ceramah menghasud mempitnah para sufi itu karena sifat iri dengki.

        Bi cerahi orang tidak bisa jaga hati …..ulama mata pencahrian./silah
        Kenapa jadi begitu karena kalau perang hawa nafsu di tubuh manuasi.
        Ada yang namanya Ba issil Hawa nafsu dorongan Hawanafsu dan ada Baissil Ilmi dorongan ilmu, Kala terkuat nafsunya kalah ilmu yang di tuntutnya. Kalau menang baissil ilmu syukur.

        Sebab masih memakai nafsu yang tidak diredai, seperti nafsu amaraah, nafsu lawamah = ini nafsu yang tidak diredai allah.
        Terasa panas dingin apabila di tunjukan kebenaran. karena perang baissil waha nafsu dengan baissil ilmu.

        Pakailah nafsu =ummainnah, radiah ridwana, mardiah dan kamaliyah. Akinya sekali lagi ampun maaf ulama depaak Saudi Arabia ulama poqaha bukan aulia atau bukan wali pahanya wahbi tidak ada mauled nabi/turunan bani umayah turunan raja bukan turunan halipaurrasidin malah turunan ahlil bait meng ungsi ke hadral maut umyah yang membunuh hasan husin cucu nya syaidu ambia rasullah massa allah. Maaf rekan.

        Jangan mudah tamakan isu-isu itu, islam yang lemah yang lemah adalah cahaya akal para ulama zahirnya saja yang lemah memaham hadist-hadis qudsi..=Na amaluna Walakum amalukum= amalku amalku jua amalmu amalmu juga.
        swalam
        alaika kuatkan lah iman jangan dengar
        suara sumbang orang awam

        Salam yasyaidil ambiya
        tahjud

      • salam alaika,,
        makasih.

    • Balas untuk sdr Mahahati
      Kontrofersi pemikiran Ibnu Taimiyah Mapia Hadis/ Wahabi

      Pemikiran Ibnu taimiyah sering menjadi ajang polemik di kalangan para Ulama, sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri, dan gara-gara itu dia sering keluar masuk penjara, terutama mengenai masalah-masalah Akidah dan Fiqih. Keberanian Ibnu Taimiah ini tidak hanya berbeda dengan para ulama di zamannya, namun Ibnu Taimiyah juga sering menyalahi Ijma`. Itulah yang membuat ulama di zamnnya geram pada Ibnu Taimiah.

      Pemikiran pertama yang menjadi kontrofersi terjadi pada tahun 698 H. Hal itu gara-gara satu fatwa yang dikenal dengan masalah hamawiah . Fatwa ini membuat Qadhi waktu itu turun tangan, yaitu Imamauddin al-Quzwaini. Qadhi itu memberi fatwa ?Barang siapa yang mengambil pendapatnya Ibnu taimiah maka dia akan dita`zir.? Pada tahun 705 Ibnu Taimiah kembali membikin heboh yang membuat dirinya kembali masuk penjara, dan pada tahun 709 dia dipindahkan ke Iskandariah, di sanapaun dia jaga mengeluarkan fatwa-fatwa aneh yang dipermasalahkan oleh ulama setempat. [7]

      Begitulah seterusnya Ibnu taimiiyah, dia terus keluar masuk penjara baik ketika dia di Syam atau di Mesir. Dalam beberapa kasus, Ibnu Taimiyah terkesan tidak konsekwen pada pendapatnya, kadang dia mengaku bermazhab Syafii, atau bermazhab Hambali dan kadang dia juga mengaku berakidah Asyairah namun di lain kesempatan dia juga mencaci tokoh-tokoh Asya?irah, seperti Imam Ghazali dan yang lainnya. Tidak hanya itu, Ibnu Taimiyah juga berani lancang mencaci sahabat Nabi [8]

      Oleh sebab itulah, ulama dari masa ke masa senantiasa memperselisihkan sosok dan pemikiran Ibnu Taimiyah, ada yang menganggapnya fasik, ada yang menganggapnya mubtadi` (ahli bid?ah) dan bahkan ada yang menganggap kafir. Tidak hanya para penentangnyya yang mengkritik Ibnu taimiyah, murid-muridnya juga sering berbeda dan menasehatinya, seperti Ibnu Katsir dan adz-Dzahabi. Bahkan adz-Dzahabi menulis sebuah risalah husus yang berisi nasehat-nasehat agar Ibnu Taimiyah kembali dan bertobat. Surat ini di kenal dengan an-Nashî h ah adz-Dzahabiyah li Ibn Taimiyah . [9]
      Penentang Ibnu Taimiyah sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri sampai pada saat ini terus mengalir, mulai dari kalangan fuqaha madzahabil arb?ah sampai para ulama kalam. Sedang yang mengarang kitab yang berisi kritikan pada Ibnu taimiyah juga sangat banyak, seperti as-Subki dan ulama-ulama setelahnya. [10].

      Pemikiran kontrofersi Ibnu Taimiyah

      Adapun pemikiran Ibnu Taimiyah yang dianggap bertentangan dengan Ijma`dan mayoritas ahlu sunnah wal jamaah sangat banyak diantaranya adalah:

      Keyakinnanya tentang Zat Allah yang mempunyai jasad seperti jasadnya makhluk, duduk seperti duduknya makhluk, bertangan, mempunyai mata dang telinga. Bahkan Ibnu Taimiyah berkata bahwa Allah turun dari langit sebagai mana turunnya dia dari mimbar. Mazhab ini di sebut al- H asyawiyah al-Mujassamah . Dewasa ini beberapa ulama telah menulis penelitian dan mempelajari pemikiran ini dengan seksama, di antaranya adalah Kasyfu al-Shaghîr ?an ?Aqîdah Ibnu Taimiyah, karya Said Fudah, Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan, desertasi Doktor oleh Mansur Muhammad Ghawaiesy, dan Fatâwâ Ibnu Taimiyah fil-Mîzan, karya Muhammad Ahmad Ya?qubi.

      Berani mencaci Ulama dan Sahabat Nabi. Kelancangan Ibnu taimiyah ini membuat nyawanya terancam karena telah berani mencaci Imam al-Ghazali dan pengikut Asya`irah lainnya. Bukan hanya itu, Ibnu Taimiyah beranggapan bahwa Imannya Sayyidina Ali tidak sah, sebab beliau masuk Islam sebelum baligh, dan Iman sayyidina Abu Bakar juga tidak sah karena Abu Bakar beriman dalam keadaan pikun hingga beliau tidak mengerti apa yang di ucapkan. Imam Ali ra. menurutnya memopunyai 17 kesalahan. Dan beliau berperang karena cinta kedudukan. Sedang sayyidina Utsman menurutnya sangat cinta dunia. Dalam kitab Durarul Kaminah dan kitab Fatawa Ibnu Taimiyah fil-Mizan dijelaskan panjang lebar masalah ini.

      Inkar terhadap Majaz. Ibnu taimiyah berasumsi bahwa dirinya dengan pemikiran itu berada dalam Manhaj salaf. Sebab sebagaimana yang telah masyhur bahwa ulama dalam menyikapi ayat-ayat musytabihat ada dua kelompak, kelompok pertama adalah Tafwidh (menyerahkan penafsirannya pada Allah sendiri) mazhab ini yang diikuti oleh kebanyakan ulama salaf. Dan kelompok kedua adalah mazhab Ta`wil (mentafsiri ayat musytabihat sesuai dengan keesaan dan keagungan Allah) cara ini dipakai oleh ulama khalaf.

      Sedang pendapat Ibnu taimiyah dalam masalah ini berkonsekwensi pada pemahaman yang berbahaya dalam memahamii al-Quran dan nama dan sifat Allah, sebab hanya membawa pada pengertian yang mustahil pada zat dan sifat Allah. Adapun pendapat salaf mengenai masalah Tafwidh, salaf tidak mau panjang lebar mengenai masalah ini, sehingga menyerahkan urusan ini pada Allah. Beda halnya dengan Ibnu taimiyah yang berani menafsiri Al-Quran dengan lahirnya saja, sehingga mengakibatkan hal yang fatal.

      Disamping itu keingkaran Ibnu taymiyah pada majaz dapat menimbulkan pengertian yang salah terhadap teks Syariah, Ibnu Qayyim sendiri sebagai murid setia Ibnu Taimiyah merasa kebingungan menyikapi masalah ini, sebab tidak sedikit dari ulama salaf dan pengikut mazhab Hanafi (Ibnu Taimiyah mengaku bermazhab ini) yang mempercayai adanya majaz dalam al-Quran. Seperti Ibnu Abi Ya`la, Ibnu Agil, Ibnu al-Khattab dan lain-lain sangat menganggap keberadaan majaz dalam al-Quran. [11].

      Seseorang yang membaca kitab Shawaiq al-Mursalah karya Ibnu Qayyim, maka akan tampak kebingungannya dalam menyikapi pendapat gurunya tersebut.

      Ibnu Taimiyah menyalahi Ijma` ulama. Seperti pendapatnya talak waktu haid itu tidak terjadi, masalah ta`liq talak, seorang haid boleh tawaf tampa membayar kaffarat, kata-kata talak tiga hanya terjadi satu dan beberapa pendapat nyeleneh lainnya. Al-hasil banyak pendapat Ibnu taimiyah yang bertentangan dengan mayoritas ulama Ahlu sunnah wal jamaah.

      Baca:kitab2 di bawah ini:
      [1] Ibnu Hajar al-Asqalani Addurarul kaminah. Hal 88

      [2] Ibid Hal 95

      [3] Ibid hal 19

      [4] Abu Hasan An-Nadwi, Robbaniyah La Rohbaniyah,hal 75-76

      [5] Ibid

      [6] Abdul Hadi al Raddul wafer, hal 89

      [7] Ibnu Hajar al Asqalani, Addurarul Kaminah, Hal 88

      [8] ibid, hal 90-98

      [9] lihat Attaufiqu rabbani hal 23..

      [10] Lihat Ahmad Muhammad al ya?qubi Fatawa Ibnu Taimiyah fil Mizan Hal 20-28

      [11] Mansur Muhammad Ghawas Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan Hal. 41

    • klik… 1234 biar lebih jelas….tentang ibnu taimiyah buakan ahlusunnah.
      antara lain KLIK 1, 2, 3 , 4 )

    • kessatan wahabi ibnutaimyah.klik…

      http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/

    • kebohingan ulamanya SDR.MAHA HATI

      http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/06/29/seri-kebohongan-syaikhul-islam-ibnu-taymiah-5/

    • Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (5)
      Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (4)
      Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (3)
      Menjawab blog “haulasyi’ah”: Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (3)
      Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (2)
      Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (1)

  2. Barangsiapa tidak menganal Allah sesat, menganal Allah pun sesat, sebelum mengenal diri, disebabkan pasti akan salah fahamannya, kalau belum – mengenal diri..

    Allah sangat boleh dikenal tetapi tidak boleh diperkenalkan.. namun kita hanya bisa memberikan jalan menuju kenal kepadanya.

    Sebab yang menyudahi hamba Allah, yang menyudahi Allah hamba.
    salam
    tahjud

    • terima kasih,
      saudara Tahjud

    • anta sangat berpengalaman dalam hal makrifat, sdudara tahjud,

      salam alaika

  3. Menghindari fahaman jabariyah, muktazilah, hulul maupun ittihat:

    Fahaman: jabariah adalah serba tuhan:
    muktazilah: serba hamba:
    itttihat:bertermpat: dan
    hulul:bercampur dua jenis (seperti kopi dan susu menjadi kopi susu)….

    Bagaimanapun esa tidak ia bercampur, seperti; kapas, benang, kain. Ini tidak bercampur, satu zat saja, cuma namanya saja tiga nama..tapi hakikatnya satu.

    seorang hamba harus memepunyai nama rahasia Allah yang ke 100 itulah ismul -azhom. nama Allah asli yang paling agung…sedangkan Allah Nama jabatan Tuhan Nama Pangkat kebesaran untuk puji-pujian yang bisa dinyaringkan untuk memujinya…

    sedangkan ilmul azhom tidak boleh dinyaringkan..
    akan terbuka rahasia.. ketuhanan.. begitulah aneh tapi jelas..
    salam, Tahjud

    • terima kasih
      sekali lagi.

  4. @ jawapan untuk mata hati.

    salam kembali,,

    antara dalil Al Quran yang dapat ana ingat sekarang ialah:

    QS Al Bayinah 98:5: Dan mereka tidaklah disuruh, melainkan supaya menyembah
    Allah, serta mengikhlaskan agama bagiNya, sambil cenderung kepada tauhid, dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan memberikan zakat dan itulah agama
    yang lurus.

    jadinya,, untuk menyembah Allah (dengan lurus), bagi ana perlulah mengenal Allah, kalau tidak kenal pasti tersasar,,

    berkaitan pertemuan dengan Allah, ada beberapa ayat di dalam Al Quran antaranya:

    QS Al Insyqaq 84:6: Kamu harus berusaha bersungguh-sungguh untuk menemuiNya, dan kamu akan MenemuiNya (Allah).

    QS Al Ankabut 29:5: Sesiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka waktu pertemuan itu pasti akan tiba.

    QS Al Khafi 18:110: Sesiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang benar…

    QS Al Baqarah2:46: Orang yang menyakini akan menemui Tuhannya, mereka akan kembali kepadaNya (Allah).

    QS Al Ahzab 33:21: Telah ada pada Rasullulah tauladan yang baik untuk mu, iaitu orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, dan kemudiannya banyak mengingati Allah.

    sekian, masyaAllah.

  5. Salaam,

    Terima kasih atas penjelasannya… terlebih dahulu saya nyatakan ada ralat dalam pertanyaan saya diatas yang berbunyi “keutamaan”, sebenarnya ianya berbunyi “frasa” mengenal TuhanNya dalam Al Quran. Walau bagaimanapun saya tidak nampak akan frasa ayat berbunyi demikian dalam ayat yang tuan kemukakan tersebut (Al Bayinah 98:5:).

    Berkenaan ayat2 menemui Allah kelak diakhirat kelak saya tidak ada masalah dengannya…. sememangnya kita akan bertemu denganNya kelak. Insya Allah…..

    Saya sering terfikir, apakah bila mana hamba (makluk) itu mengenal akan tuhanNya membuatkan hamba itu akan patuh pada perintahNya…. bagaimana dengan Iblis yang dapat berbicara dengan Allah, begitu juga dengan Nabi Adam dan Isterinya, mereka2 ini mengenal akan Allah namun masih tetap ingkar pada perintah Allah… ? Dengan ini saya berpendapat bahwa mengenal akan tuhan bukanlah tiket hamba itu akan patut pada perintah Allah….

    Dalam Al Quran frasa kata yang Allah sering ulang-ulangi adalah berkenaan takut akan Dia (Takwa);

    AQ 2:197 …….. “maka kamu takutilah (takwa) Aku, wahai orang-orang yang mempunyai minda”.

    AQ 3:102. Wahai orang-orang yang percaya, takutilah Allah sebagaimana Dia patut ditakuti, dan janganlah kamu mati melainkan dalam kemusliman.

    AQ 33:1. Wahai Nabi, takutilah Allah, dan janganlah mentaati orang-orang yang tidak percaya, dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Mengetahui, Bijaksana.

    Ayat lain yang mempunyai maksud yang sama 16:50, 20:2-3, 21:49-50 dan 36:11.

    Terima kasih.

  6. Salam kembali,,

    yang tuan katakan itu ada kebenarannya,

    dari sudut pandangan ana,,

    akal fikiran hanya dapat mencerna apa yang dibawa masuk oleh panca indera, tetapi Allah berada di luar jangkauan akal fikiran.

    Kerana Allah itu tidak dapat difikirkan dan dibayangkan, firman Allah QS Asy Syuraa 42:11: tiada satu pun yang menyerupaiNya (Allah),

    tetapi untuk mengenal Allah memerlukan indera yang lain iaitu Qalbu,

    Qalbulah yang dapat menangkap rahsia-rahsia Allah, dalam istilah sufi, ini dilpanggil ilmu laduni, iaitu ilmu yang diberikan terus ke dalam dada orang-orang yang berilmu,

    sebagaimana Firman Allah QS Al Angkabut 29:49:
    Bahkan ia beberapa ayat yang terang di dalam dada orang yang berilmu. Dan tidak ada yang menyangkal ayat-ayat Kami (Allah), kecuali orang-orang yang zalim.

    bagi ana orang yang mengenal Allah, adalah mereka yang telah masuk ke dalam Makam Kehambaan, (inilah sebenar-benar hamba yang taat kepada penciptanya).

    sekian, masyaAllah.

    • Kebenaran Hadis QUDSI:
      Hadits Qudsi berasal dari kata qudsi/suci yang berarti menyucikan ALLOH SWT. hadits Qudsi ialah hadits yang oleh Rasululloh SAW disandarkan kepada ALLOH SWT. Maksudnya Rasululloh SAW meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam ALLOH SWT. Maka rasul menjadi perawi kalam ALLOH SWT ini dari lafal Nabi sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadits qudsi maka dia meriwayatkannya dari Rasululloh SAW dengan disandarkan kepada ALLOH SWT, dengan mengatakan:

      `Rasululloh SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`,

      atau ia mengatakan:Man arafa napsahu Faqat Arafa rabbahu (hadis qudsi)

      `Rasululloh SAW mengatakan: ALLOH SWT telah berfirman atau berfirman ALLOH SWT .`

      Contoh yang pertama:

      `Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasululloh SAW mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan ALLOH SWT itu penuh, tidak dikurangi oleh nafkah, baik di waktu siang atau malam hari.`

      Contoh yang kedua:

      `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasululloh SAW berkata: ` ALLOH SWT berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.`

      Perbedaan Qur’an dengan hadits Qudsi
      Ada beberapa perbedaan antara Qur’an dengan hadits qudsi yang terpenting di antaranya ialah:

      a. Al-Qur’anul Karim adalah kalam ALLOH SWT yang diwahyukan kepada Rasululloh dengan lafalnya. Selain sebagai MUKJIZAT, Al Qur’an menantang orang2 arab (bahkan seluruh dunia) untuk membuat yang seperti Al Qur’an bahkan satu surah sekalipun (Al Israa’(17):88,“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.). Sedang hadits qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

      b. Al- Qur’anul karim hanya dinisbahkan kepada ALLOH SWT, sehingga dikatakan: ALLOH SWT telah berfirman, sedang hadits qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada ALLOH SWT, sehingga nisbah hadits qudsi kepada ALLOH SWT itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan: `ALLOH SWT telah berfirman atau ALLOH SWT berfirman.` Dengan kata lain, Al Qur’an adalah tidak lang sung dari
      ALLOH SWT,Melewati Perantara Jibril As sementara hadits qudsi adalah firman ALLOH SWT yg Lansung disampaikan kepada Rasululloh SAW.

      c. Seluruh isi Qur’an dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadits-hadits qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadits qudsi itu sahih, terkadang hasan (baik ) dan terkadang pula da`if (lemah). ***untuk mengetahui hadits lebih lengkap, bisa dibaca di sini, sedangkan untuk pembagian hadits bisa dibaca di sini.***

      d. Al-Qur’anul Karim dari ALLOH SWT, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu, baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadits qudsi maknanya saja yang dari ALLOH SWT, sedang lafalnya dari Rasululloh SAW. hadits qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadits diperbolehkan meriwayatkan hadits qudsi dengan maknanya saja. Dengan kata lain, untuk Al Qur’an kita mesti kutip ayatnya sebelum memberikan penjelasan ttg makna. Sedangkan untuk hadits qudsi, kita bisa menyampaikan maknanya saja.

      e. Membaca Al-Qur’anul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat. `Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`. Hal ini tertera jelas di QS. Al-Muzzammil(73):20,“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“

      • makasih sekali lagi.

    • “akal fikiran hanya dapat mencerna apa yang dibawa masuk oleh panca indera, tetapi Allah berada di luar jangkauan akal fikiran”.

      sangat setuju dg penjelasan Tn Hj yg saya kutip diatas.
      Bahwa Allah akan nyata jika akal fikiran & hati sudah tidak bekerja/berhenti (kosong).
      Tapi bagaimana mencapai keadaan/hal (akal fikiran berhenti/kosong ) itu…?
      Jika tak mungkin diposting di blog ini mohon penerangan Tn Hj dikirim japri ke gmandalan@yahoo.com.

      Salam & terima kasih yg tak terkira
      aw (gmandalan@yahoo.com)

  7. Salam Hj, Di dalam mengenal Diri mengenal Allah. Bagaimanakah ia dipraktikkan. Adakah setakat ilmu sahaja atau adakah kaedah perlaksanaannya. Kalau kita faham setakat ilmu sahaja, bermakna kita masih dibawah khayalan berbentuk ilmu sahaja. kalau betul kenal Allah, bermakna kita betul-betul kenal Allah bukan setakat faham sahaja. Bagaimanakah perlaksanaannya. Boleh tak dijelaskan sekiranya boleh

    • salam alaika,,

      beginilah,, ana buat analogi, harap ante faham maksudnya,,
      nama ante mohd, kemudian ante pergi ke sebuah negeri yang baru bagi ante, sesiapapun tak kenal ante di situ,,
      belum sempat buat apa-apa ante pengsan dan hilang ingatan,,apabila bangun dari pengsan, ante mencari-cari
      nama ante, tapi tak ingat,,

      ante anggap saja nama ante iskandar, dan masyarakat di situ pun memanggil ante dengan nama itu,,
      ante pun selesa dengan nama itu,,

      tapi pada suatu malam ingatan ante kembali sepenuhnya,,
      ante ingat nama ante adalah mohd, bukan iskandar,,
      jadi di sini,, mohd mengenal dengan mohd,, bukan dengan iskandar,,

      jadi dengan sendirinya iskandar lupus,,
      yang tinggal hanya mohd…

      begitulah analoginya,, harap ante faham..

    • Salamun Alaikum

      Pada peringkat Kerasulan, Kenabian dan Kewalian tiada lagi ikhtiar Hamba. Segala-galanya adalah Perbuatan Nya semata-mata yang tertakluk kepada Qodho’ dan Qodar Nya yang mana ia mendahului segala jenis Perbuatan Nya. Inilah Haqqul Yaqin yang Allah sematkan di dada-dada mereka. “Rodhiyallahu anhum, wa rodhuu anhu”.

      Malahan, pada setiap peringkat kesedaran rohani Insan, segala Perbuatan yang terzohir adalah Milik Nya belaka. Inilah yang berlaku kepada senario Nabi Adam Alaihis Salam.

      Dan kesedaran Insan terhadap kebenaran Qodho’ dan Qodar Allah pun dikurniakan oleh Allah Taala jua. Maka itu Allah berfirman bahawasaya Dia yang memberi Petunjuk Hidayah dan Dia jualah yang menyesatkan manusia.

      Allah berfirman juga bahawasaya Dia akan memenuhkan Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang berdosa). Maka diciptakan makhluq-makhluq yang melakukan dosa.

      Agak sukar untuk menerima haqiqat ini jika kita masih melihat diri kita sebagai pemilik perbuatan kita. Tanggapan seperti ini sebenarnya menjauhkan kita dari Allah.

      Hanyasanya bila kita mengaku “Laa hawlaa wa laa quwwata illaa billah”, maka barulah kita dapat memahami dan mendekati Kebenaran akan sekalian penciptaan Alam.

      Dan didalam pengembaraan kita yang mencari Kefahaman dan Kebenaran, tiada yang bersalahan dalam segi apa pun sebenarnya…semuanya adalah dalil-dalil bagi Al-Haq yang tiada Awwal dan Akhir Nya.

      • salam alaika,,
        terma kasih sekali lagi sdr Ismailsgbuluh.

  8. slam alaika

    “Cahaya Allah ialah Hijab”
    “Cahaya merupakan Ciptaan Yang Maha Ada”
    “karena Cahaya bukan Wujud Ada itu sendiri”

    • salam alaika,,

      buat santapan jiwa,, pernahkah ante
      dengar hadis rasullullah yang berbunyi
      lebih kurang begini:

      aku melihat tuhanku pada wajah seorang pemuda tampan.

  9. salam alaika…

    sya tdk pernah mendengar.. tpi coblah untuk mengerti hadist di atas..apa makna dri kta TUHAN!!

    • kesudahan hamba itu tuhan,,
      kesudahan tuhan itu hamba,,

      santapan jiwa,,
      dalam keesaan adakah perbedaan antara hamba dan tuhan???

  10. salam alaika…

    Hamba yan hamba, Tuhan ya Tuhan

    Hamba bagaikan benang dan Tuhan bagaikan kapas..
    maka membentuklah kesatuan yaitu Kain..

    Tidak diatas
    Tidak dibawah
    Tidak disamping
    Tidak ditengah
    dia meliputi.. meliput seluruh hambanya itulah..
    antum pernah mengingatkan kepada sya..

    “PANDANGLAH YANG BANYAK KE YANG SATU”
    “PANDANG YANG SATU KE YANG BANYAK”

  11. Salam alaikum, bagaimana mungkin aku bisa takut kepada apa yang aku takuti jika aku tidak mengenal
    sebab-sebab kenapa aku perlu takut kepadanya. Begitu juga dengan perasaan mahabbah, pengharapan, kesyukuran, kerinduan, penyesalan, keinsafan, penyerahan, dsbg
    nya. Mana mungkin aku sandarkan rasa hati ku kepada sesuatu yang aku tidak kenal?
    Hanya setelah intim hubungan ku dengan dia, barulah dapatku ikhlaskan penyerahan hati ku kepada nya. Apabila kasih dan sayang telah berputik di qalbu, maka menyatulah dua hati menjadi satu wadah yang abadi dalam keabadian yang indah lagi murni.
    Yang dapat mengesahkan perasaan ku terhadap sesuatu hanyalah aku jua, berdasarkan pengetahuan, penyaksian bukti dan pengesahan dalam hati nurani ku
    terhadap dia yang aku hubungkan dengan diri ku.
    Namun akibat keterbatasan yang nyata, aku hanya mengenali nya sebatas apa yang aku tahu, saksi dan rasa dalam hati ku.
    Semua ini harus ku tempuhi sebagaimana aturan alami terdiri. Mungkin nanti, dapatlah aku tenang kembali seperti tenangnya di kala diri bayi ku berada didalam dakapan ibu ku.

  12. alaikamulloh
    tuan haji dan sdr tahjud di kasihi alloh .
    walau pun belum akhir saya melihat nukilan anda berdua tetapi dapat di rasakan keperitan yg anda lalui dalam mengimbangi perasaan anda .walau pun begitu saya panjatkan doa muga anda berdua di barkati atas kegigihan anda dari berbagai titik untok jadi se titik bukan mudah hanya mereka yg sabar serta ikhlas tanpa mengharap apa ganjaran di kasihi alloh .muzakah yg baik bengini bagus di teruskan dlm pendidikan yg sejahtera .wassallam

    • salam alaika,

      sdr hamzah,,

      semoga ante tidak keberatan untuk
      mengurangkan keperitan yang ana lalui,,

      dalam membuat amal jariah ini,

      dan mencetuskan minda,
      semoga ramai yang mahu berfikir tentang keghaiban allah,
      dan dengan itu memulakan langkah pencarian,,

      agar yang ghaib menjadi nyata, melihat berpandang-pandangan
      dan saling memberi salam,,

      ana akui peerjalanan ini amat rumit,,

      hanya dengan keikhlasan dan ketabahan dan pertolongannya jua salik itu akan berjaya,,

      tanpa perolongannya perjalanan ini adalah amat sukar,,

      tapi ana yakin,, dia maha pemurah,,
      sudah pasti dia akan
      menyambut salik dengan
      yang benar-benar mau menemuinya

      dengan kegembiraan.

      masyaallah.

    • sda hamzah,,

      nampaknya banyak berilmu,,

      tetapi malangnya lokek dengan ilmu,,

      mahu menegur tapi nampaknya tidak mahu menunjuk jalan,,

      ilmu itu kepunyaan allah,, jadi janganlah menyembunyikan ilmu
      berkongsilah dengan mereka yang meminta.

      maaf.

  13. Ilmu hak Allah ..Ilmu NYA di atas kehendak NYA ..
    cuma kegiatan kita mencari Ilmu itu di redhai atau tidak itu adalah aaturan Nya.
    Di takuti Ilmu2 Tauhid ///Laduni/// ini akan menjadi fitnah sekira nya penerangan nya itu tidak kesampaian pada orang yang menerima nya…maaf.

    Rugi jikalau kita bercerita Ilmu ini jikalau tidak kena gaya nya…???? cara nya …???? serta matlamat nya..????? maaf ya Hujan???

  14. Maaf >>> Anugerah …..
    Tifak di kiri ….tridak dikanan….
    tidak di atas ….tidak di bawah
    tidak di depan …dan tidak di belakang
    TETAPI …IA di mana???
    Apa benda nya itu?

    Pandang yang banyak kapada yang satu ….
    Pandang yanga satu kapada yang banyak…

    Ini yang macam mana ….tolong huraikan
    sadikit ?

  15. pandang yg byk pd satu
    pandang satu pada byk..

    mksudnya..pndanglah segalanya yg wujud pada yg satu yakni DIA…memandang sgala yg wujud adalah DIA…yakni Allah..

    pandanglah DIA pada banyak yakni segala yg wujud ini..memandang DIA pada sgala yg wujud…pd hakikatnya tiada yg memandang hya DIA…

    jadi bila hya DIA shaja..
    adakah DIA di kiri??
    adakah DIA di kanan??
    adakah DIA di atas??
    adakah DIA di bawah??
    adakah DIA di depan atau blakang??
    dimanakah DIA??
    DIA itu tidak kemana-mana dn tidak dimana-mana kerana DIA meliputi segalaNya..wujudkah lagi dimana-mana??dimana-mana itu tidak wujud..yg wujud hya DIA..DIA meliputi segalanya..
    DIA hanya DIA…sukar diungkapkan dgn kata2…

  16. Asalamualaikum..wbt
    Menelusuri perbincangan di atas, ingin ana menyampuk sedikit
    Kunci untuk mengenal Allah dalam pencarian ana selama ini disimpulkan sebegini. Asal tidak lari dari formula ini insyallah.. petunjuknya akan datang..
    1.Allah Maha Besar – dapatkan/keesaan KeBesarnya itu
    2.Allah tidak menyerupai sesuatu – kenali zatnya yang esa itu
    3.Allah meliputi segala sesuatu – fahami maksud meliputi
    4.Allah sangat hampir/maha hampir – fahami hampir bagaimana
    5.Allah itu nama – Huraikan semula nama “Allah” itu.
    6.Allah itu tiada awal tiada akhirnya – Sediakala

    Tambahan lagi..kenal Diri..kenal Alam..kenal Allah
    MasyaAllah.

  17. saudara tahjud itu alim,,kemana pun kalau sudah di pilih tuhan menjadi Alim ,Alim juga~salam doa dari bapa rajid…category


Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 208 other followers

%d bloggers like this: