Posted by: hajirikhusyuk | Disember 28, 2009

Rahsia huruf

 

Dari Anta

Kiriman Saudara Anugerah

Rahasia Huruf Al-Quran

Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur’an, … kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman ….

Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, … saya (Sdr Anugerah?) sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, … agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini.

Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang….

Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, … kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, … dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !!
Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut.

Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, … akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur’an itu awalnya adalah bahasa wahyu (bahasa Allah) laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !!

Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, … seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas !

Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, … walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, … akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta …. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya.
Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur’an.

Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ dan pada Ba’ terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf….

Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur’an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, … pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur’an (Al fatihah).

Pada ummul qur’an menyimpulkan inti ajaran Alquran :
Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af’al dan Dzat Allah…Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur’an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia.

Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba’ (dalam tata bahasa Arab sebagai ba’ sababiyah), artinya semua yang ada berasal dari huruf ba’ dengan sebab ismi (nama). Kalau di pisah bi- ismi- Allah (bismillah) semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu.

Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun (kalam / wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, … sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad (cahaya terpuji), karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya.

Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas.
Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut :

Ambilkan aku buah pohon itu disana itu
Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia ….
Belah dua-lah itu.
Sudah terbelah, yang mulia
Apakah yang kamu lihat ?
Saya melihat biji yang amat kecil
Belah dua-lah salah satu dari padanya
Dia sudah terbelah, yang mulia
Apakah yang kamu lihat didalamnya ?
Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia
Sang guru berkata :

Yang halus ialah unsur hidup
Yang tak tampak olehmu
Dari yang halus itulah sebenar yang ada
Yang dari padanya sekalian ini terjadi
Itulah hakikat yang sejati,
Itulah hidup
Itulah kamu ……

Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, … nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup.
Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah (Aku telah Melihat Allah). Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan ‘huruf’ sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf.

Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan.

Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af’al (perbuatan-perbuatan) adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan, Asma dapat berbuat hanya dikarenakan Dzat Allah semata…dan sesungguhnya persoalannya berkisar bagaikan perkakas dan alat-alat dan huruf di dalam surga adalah merupakan alat-alat dan perkakas…..

Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah:
Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya….
Secara berurutan terurai sebagai berikut …
Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan
Alqur’an adalah ayat-ayat kauliyah …
Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah (bismillah)
Asma terkandung kehendak …
Kehendak terkandung dalam sifat…
Sifat terkandung dalam Af’al
Af’al terkandung pada Dzat.

Semua itu adalah hijab,  karena asma,  sifat,  af’al bukanlah dzat itu sendiri … itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, … dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, … untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !!

Demikian semoga Allah membuka hati kita amin.

wassalam

Anugerah
About these ads

Respon

  1. salam,,emm benar apo yg dikatakan tuan,,saya berminat untuk lanjutkan perkongsian..boleh saya tau alamat blog rasmi tuan.tq

    • salam alaika
      mudahan dirahmati allah sudi untuk berkungsi di blog jiwa-jiwa yang tenang.
      allah sudah membuka hati sdr:maliquekandayas
      salam

    • Salam alika…
      Silahkan berkunjung di Blog ini bersama hajirikhusyuk
      http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/06/19/puncak-tertinggi/
      salam
      din

      • salam alaika,,

        makasih banyak atas undangan ante untuk blog ini.

  2. salam alaika,

    silahkan sudara berkongsi ilmu tentang hakikat dan tauhid

    makasih

  3. Salam…
    Apakah sebenarnya maksud huruf-huruf yang. terbentuk
    dalam diri..?

    Ada yang menyatakan huruf BA, Alif dan sebagainya
    terletak sini dan disitu bahagian tubuh.

    • salam,,

      ilmu yang menyampaikan kepada allah adalah
      hakikat dan makrifat,,

      yang lain itu hanyalah cabang-cabang ilmu
      yang dapat memerangkap salik dalam pelajarannya,,

      bagi ana makrifatlah dahulu,, yang lainnya akan
      datang dengan sendirinya,,

  4. Salam…
    Bagaimana dikatakan makrifat dulu tuan,,
    sekiranya salik tak mengenal hakikat
    “Tiada tuhan melainkan Allah” ” Muhammad
    rasulaallah”

    Semoga dapat pencerahan.

    • salam,,

      maksud ana syariat, tarikat, hakikat dan makrifat,, selepas itu barulah belajar ilmu-ilmu yang lain,,

      ilmu kalam,, imlu falak dan sebagainya,, tapi kalau sudah makrifat,, yang lain itu sudah tak penting lagi..

      allah hu aklam

  5. AWAL LUDDIN MAKRIFAT TULLAH >>>>

    Awal Agama mengenal Allah …>>>
    Apa itu Agama dan apa itu Alif Lam Lam Ha,,<<>Iman Islam Tauhid Makrifat Ikhsan
    Allah >>> Shariat Tarikat Hakikat Makrifat
    DZat Sifat Ismak Affaal>>>

    Huraian dan pecahan dari >>>ka bawah<<<

    • bismillah,,

      nak mudah belajarlah sifat 20 dahulu,,

      kerana ini ilmu yang mudah untuk menyampaikan (mengenalkan)
      seseorang kepada allah.

      • belajarlah kaitan antara sifat nafsiah, maani, maknawiah dan salbiah,,
        kaitkan ia pada diri kita dalam kehidupan seharian,,
        insyaalah kita akan mengenal allah.

  6. maaf ingin tahu bagaimana kah yang hendak di bawapada harian?

    Sifat Nafsiah itu ….apa dia ya…
    Sifat Salabiah itu …apa dia ya..
    Sifat maani itu bagaimana pula ya….
    Sifat Maknawiah itu bagai mana pula jalan nya ya..

    maaf mohon penerangan dan huraian..T/K

    • salam,,

      nafsiah: Wujud (ada): nafikan kewujudan kita: tiada yang ada hanya Allah,, inilah yang kita pegang dalam kehidupan kita seharian,,

      salbiah: qidam, baqa, mukhalifatuhulil hawadis, qiamuhu bi nafsihi: menafikan sifat-sifat yang tidak bersesuaian denganNya,,
      contohnya, baqa (kekal): jadi allah itu kekal dan manusia tidak kekal,, jadi kesimpulannya sesuatu yang tidak kekal itu bukanlah allah,,
      inilah yang kita bawa dalam kehidupan kita seharian.

      sifat maani: qudrat, iradat, ilmu, hayat, samaq, basar, kalam: ini adalah sifat-sifat yang bergantung kepada sifat maknawiah (sifat kesempurnaan allah), nanti ane beri contoh aplikasinya.

      sifat maknawiah:qadirun, muridun, alimun, hayyun, samiun, basirun, mutakalimun: ini adalah sifat-sifat kesempurnaan allah.

      aplikasi:

      wujud dan sifat-sifat manusia harus dipulangkan kepadaNya,, barulah manusia itu dapat menjadi alat kepadaNya,, seperti dengan kata-kata,, penglihatan kau itu adalah penglihatan KU,

      kita ambil satu contoh: iaitu sifat mata: setelah sifat mata kita itu dipulangkan kepadaNya, ia akan bertukar menjadi sifat basar (melihat) allah (maani), setelah itu barulah sifat basirun (penglihatan) allah, boleh melalui sifat mata kita itu.
      inilah yang kita aplikasikan setiap hari.

      begitu jugalah dengan sifat-sifat yang lain,,

      semoga ente faham,

  7. Assalamualaikum,

    Salam perkenalan. Saya baru terjumpa ruangan ini dgn tidak sengaja. Perbahasan sifat wajib bagi Allah iaitu sifat 20 sungguh menarik, tetapi agak mengelirukan dan kurang saya fahami. Mungkin pemahaman saya belum sampai…lagi. Sebagai contoh:pernyataan “sifat mata kita itu dipulangkan kepadaNya, ia akan bertukar menjadi sifat basar(melihat) Allah(maani)..?? Adakah maksudnya kalau kita tidak pulangkan, maka Allah tidak boleh melihat??

    • salam
      jikalau kita tidak pulang kan penglihatan ,Allah tetap akan melihat.
      Contoh kita walaupun kita buta ttpi masih lagi melihat dgn mata hati,
      sedangkan allah amat luas pandangannya.
      Pulangkan pd Allah nnti akan di tukarkan pd nikmatnya .
      Sifat 20 adalah asas bertauhid utk menambah keyakinan dan kefahaman dan bagi yg kuat tauhid nya tidak prlu kerana pd zaman nabipun nabi tidaklah mengajar sebegini ,
      cuma sufi yg kemudian merumuskanya dan diajar kpd murid.
      Dan tuhan itu tidaklah hanya 20 sifat saja,malahan tk trhigga.

      • barang siapa mengenal dirinya, maka kenal akan tuhannya dan barang siapa mengenal tuhannya,…maka akan hancur lah ia…karena bagi siapa saja yang suka menyebut allah hendaklah berhati-hati, karena Allah hanya nama bukan tuhan,…..( mohon ma’af bagi pembaca karena yang saya tulis ini adalah kalimat mutashabihat ) ……hanya bagi orang-orang yang berpikir…!

  8. Subhanalloh walhamduliilah wala ilahaillallohuallohuakbar..

  9. salam kenal pak..


Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 200 other followers

%d bloggers like this: