Posted by: hajirikhusyuk | Januari 7, 2010

Keutamaan makrifat

 

Dari Anta

Tulisan Saudara Tahjud

Keutamaan makrifat

Makrifat menurut ahli shufi ialah rasa kesadaran kepada Alloh akan sifat dan AsmaNYA


1. Sebutkan keutamaan Ma’rifat!

Keutamaan-keutamaan ma‘rifat :

a.    Terhindar dari kerusakan. Berdasarkan dawuh Sayyidina Ali Karromalloohu Wajhah :

Tidak mengalami kerusakan orang yang menyadari akan kedudukan dirinya “.

b.    Ketika mati akan diberi kebaikan oleh Allah menurut bilangan makhluk.

“Wahai hamba-KU ketika kamu bertemu dengan Aku dan kamu ma’rifat kepada KU,  maka KU berikan kebaikan menurut bilangan Makhluk”

2. Apakah ma’rifat Billah itu ?

Marifat menurut bahasa adalah menggetahui Allah SWT.

Makrifat menurut istilah adalah sadar kepada Allah SWT, yakni: hati menyadari bahwa segala sesuatu, termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin seperti : melihat, mendengar, merasa, menemukan, bergerak, berdiam, berangan-angan, berfikir dan sebagainya semua adalah Alloh SWT,  yang menciptakan dan yang mengerakan. Jadi semuanya Billah !.

3. Mengapa Makrifat ( sadar Billah ) dinyatakan sebagai masalah yang paling pokok, pertama dan paling utama ?

Marifat juga dinyatakan sebagai masalah yang paling pokok, pertama dan paling utama sebab Makrifat Billah adalah soal Iman, soal tauhid, yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang, bahkan yang pertama kali yang diperjuangkan Rosulullah SAW,  di Makkah selama 13 tahun, dan wajib kita memiliki serta kita perjuangkan .

Sebagaimana kata ulamak:

‘‘Bodoh Billah ( tidak sadar Allah ) hukumnya haram,  dan Makrifat Billah adalah wajib “ ( Jami’ul Ushul Auliyak Hal 159 )

‘’Pertama kewajiban seseorang adalah Makrifat kepada Tuhannya dengan yakin”. (Syekh Ibm Ruslan dalam kitab Zubad)

4. Apa makrifat Birrosul SAW dan sebutkan dasarnya !

Makrifat Birrosul adalah sadar kepada Rosulullah SAW yakni hati menyadari bahwa segala sesuatu termasuk gerak gerik dirinya lahir batin yang diridloi oleh Allah SWT adalah sebab jasa Rosuulullah SAW:

Dasarnya

‘‘ Dan tiada KU mengutus Engkau ( Muhammad ) melainkan rohmat bagi seluruh alam ’’

5. Sebutkan jasa Rosulullooh SAW. Yang paling besar nilainya bagi ummatnya !

Jasa Rosululloh yang paling tinggi nilainya bagi umatnya adalah Iman dan Islam.

6. Sebutkan kedudukan Rosulullooh Saw !

Kedudukan Beliau Rosululloh di sisi Alloh SWT adalah :

Sebagai utusan Allah SWT kepada seluruh umat manusia / makhluk.

“Tidaklah Muhammad itu melainkan sebagai utusan (ALL OH) “.

Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Alloh, dan kami bersaksi bahawa Nabi Muhammad SAW itu adalah utusan Alloh.

Sebagai perantara / saluran Nikmat.  Dalam hal ini ada dua (2) bagian:

1. Nikmat Ijab : adalah sebagai perantara wujudnya makhluk dengan melalui Nur Beliau Rosululloh SAW.

Sesungguhnya Beliau Rosululloh SAW perantara yang terbesar semua nikmat yang diberikan kepada kita semua, bahkan Beliau adalah unsur darimana  wujudnya semua makhluk  Alloh SWT.

sebagaimana dikatakan dalam Hadist Qudsi, Alloh SWT berfirman :

“Andaikata tidak ada engkau (Muhammad) AKU (Alloh) tidak menciptakan makhluk “.

2. Nikmat Imdad : adalah Nur Beliau Rosululloh SAW , makhluk yang telah dipelihara kelestariannya.

Dalam hal ini ada dua (2) jalur :

Jalur batiniyah / Rohani
Jalur lahiriyah / jasmani untuk umatnya

Dasar nikmat Imdad yang tersalur  melalui rohani :

Hadist Shoheh yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Turmudzi, AI-Haldm dari Ibm Amfin sebagai berikut :

“Sesungguhnya Alloh SWT menciptakan makhlukNYA di dalam keadaan gelap, maka Alloh. SWT memancarkan atas diriku dari Nur-NYA, maka barang siapa terkena pancaran Nur tadi, ia akan mendapatkan petunjuk dan barang siapa tidak kena Nur itu ia akan tersesat”.

Dasar Nikmat Imdad yang tersalur melalui lahir.

Dalam Surat AI-Maidah Ayat 15  disebutkan :

“Sesungguh telah datang kepadamu sekalian dari Alloh SWT Nur (Muhammad SAW) dan Kitab Al – Qur’an yang menerangkan halal, haram, haq dan bathil “

7. Apa fungsi Beliau Rosululloh SAW ?

Beliau Rosulullah berfungsi sebagai juru selamat umat manusia dari kesesatan dan kehancuran di dunia dan di akhirat.

8. Bagaimana merealisasi makrifat Billah wa Rosulihi Saw.  Secara sempurna ?   Sila jelaskan.

Makrifat Billah wa Rosulihi SAW baru dianggap sempurna bila dasari dalam hati diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, yakni di samping hati selalu sadar Billah dan sadar Birrosul, dibuktikan dengan amal perbuatan lahir selalu taat dan patuh atas segala perintah Allah SWT ( LILLAH ) dan selalu mengikuti tuntunan Rosulullah SAW (LIRROSUL) dalam kehidupan nyata sehari-hari. atau istilah lain benar -benar merealisasi dua kalimat Syahadat.

Kejauhan:

Kejauhan itu lupa hati.

Kedekatan itu ingat hati.

Kejauhan itu hijab (tertutup).

Kedekatan itu kasyaf (terbuka).

Hijab itu gelap, Kasyaf itu Nur.

Gelap itu jahil, Nur itu Makrifat.

Rasulullah SAW bersabda: “Firman Allah Ta’ala, aku ini sebagaimana yang disangka oleh hambaku, Aku bersama dia apabila ia ingat kepadaKu, apabila ia mengingatKu dalam dirinya, Akupun ingat padanya dalam diriKu, dan apabila ia mengingatKu dalam ruang yang luas, aku pun ingat padanya dalam ruang yang lebih baik.” (Hadis Qudtsi diriwayatkan oleh Bukhari).

“Guru Sufi berkata: “Hatimu sekarang bersama Tuhanmu dan Tuhanmu bersama engkau, tidak jauh dari engkau, Ia mendekatkan engkau kepadaNya, dan mengenalkan engkau denganNya.”

Orang yang menjalankan Thariqat-dzikir secara sungguh- sungguh tidak mempunyai rasa khawatir dalam menjalani hidup, tidak waswas dalam menjalankan sesuatu kebenaran, dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain. Hati mereka tenang,  jiwa mereka tenteram.

Firman Allah SWT: “… (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikrullah. Ingatlah hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang” (Ar-Ra’d 28). Dengan menjalankan Thariqat-dzikir dan latihan-latihan Thariqat, kaum Sufi merasakan kelezatan ibadah, merasakan makna- makna Qur’an yang mulia, dan Sunnah yang suci, yang belum tentu dapat dirasakan oleh orang-orang lainnya.

Sampai di tingkat tertentu orang yang berthariqat-dzikir merasakan seluruh alam dan dirinya hancur lebur masuk ke dalam Allah SWT. Pada saat ini orang tersebut berada dalam tingkat yang fana.

Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rahman ayat 26-27: “Semua yang ada akan fana binasa, yang kekal adalah Tuhan sendiri yang Besar dan Maha Mulia.”

Dzikrullah itu dapat mengangkat seorang hamba yang mukmin dari bumi syahwat ke langit makrifat. Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada seorangpun yang berkata Laa Ilaaha Illallah secara ikhlas dalam hatinya, kecuali Tuhan membukakan pintu langit sehingga ia bisa meninjau arasy.

 Guru Sufi mengatakan: “dalam asma yang tertinggi, orang dapat meningkat ke langit (mencapai martabat yang tinggi).”

Salam

Tahjud, Balikpapan.


Responses

  1. DASAR-DASAR_MAKRIFAT
    UTAMA: Mengenal Allah SWT, pada Zat-nya, pada Sifat-nya, pada Asma’nya dan pada Af’al-nya.

    1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :
    Awal agama mengenal Allah.

    2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :
    Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.

    3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya :
    Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya.

    4. ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA Artinya :
    Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 172)

    5. AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya :
    Manusia itu rahasiaku dan akulah rahasianya.

    6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :
    Aku ada didalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat.

    7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :
    Aku lebih dekat dari urat nadi lehermu.

    8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :
    Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.

    Bismillahirrahmanirrahim.

    HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

    Pada malam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah-berantah pada zat, Semata-mata, pada belum ada awal dan belum ada akhir, DAN BELUM BERNAMA ALLAH- Belum ada Bulan dan belum ada Matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu.

    Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang punya zat tersebut ialah Mentajalikan diri-nya untuk memuji diri-nya.

    Lantas Tajali-nyalah Nur Allah dan kemudian ditajali-nya pula Nur Muhammad, Yaitu Insan Kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, Ana Anta.

    Maka yang punya zat bertannya kepada Nur Muhammad dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.
    Lantas ditanyakan kepada Nur Muhammad, aku ini Tuhanmu ? Maka jawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh, Ya…Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Araf 172.

    ALASTUBIRABBIKUM,QOOLU BALA SYAHIDNA.
    Artinya : Bukan aku ini tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami, Kami menjadi Saksi.

    Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksankan, maka bermulalah Era baru di dalam perwujudan Allah SWT. Seperti firman Allah dalam Hadits Qudsi yang artinya :

    “Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.

    Apa yang dimaksud dengan mahkluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan daripada Nur Muhammad. Tujuan yang punya zat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri, Maka diri Rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui Amanah nya oleh suatu kejadian yang bernama :
    Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia, atau Rohani.

    FIRMAN ALLAH DALAM HADITS QUDSI ;
    AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
    Artinya : Manusia itu Rahasiaku dan akulah yang menjadi Rahasianya.
    Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena IA MENGANDUNG RAHASIA.
    Dengan perkataan lain manusia itu mengandung Rahasia Allah.

    Karena manusia menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya, dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal tuhannya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT, yaitu tatkala berpisah Roh dengan jasad.

    Firman Allah dalam surat An-nisa ayat 58 SBB:
    INNALLAHA YAK MARUKUM ANTU ABDUL AMANATI ILAAHLIHA.
    Artinya :Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Allah).

    Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam Hadits Qudsi :
    MAN ARAFA NAFSAHU,FAQAT ARAFA RABAHU.
    Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya.

    Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, Pernah ditawarkan Rahasia-nya itu kepada Langit, Bumi dan Gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.

    Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al—Ahzab ayat 72.
    INNA ‘ARAT NAL AMATA, ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL FA ABAINA ANYAH MILNAHA WA AS FAKNA MINHA,WAHAMA LAHAL INSANNU.
    Artinya : Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada Langit, Bumi dan Gunung-gunung tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa tidak akan sanggup, Lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.

    Oleh karena amanat (Rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya.
    Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rahasia.

    Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri Bathin/Roh) untuk tujan inilah maka Adam dilahirkan untuk m,emperbanyak diri, diri penanggung Rahasia dan berkembang dari satu Dekade ke satu Dekade, diri satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT DAN RAHASIA DI KUMPUL KEMBALI.

    INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN.
    Artinya : Kita berasal dari Allah, kembali kepada Allah.
    salam
    alaika

    • salam alaika,,

      sdr Tahjud nan mulia,,

      makasih banyak.

  2. Jadual Lengkap Program Ziarah dan Dakwah Habib Umar di Malaysia : http://wp.me/piAx4-135

    PENGGUNAAN NAMA ALLAH: ANTARA CELARU DAN KELIRU http://wp.me/piAx4-13v

    Isu Kalimah Allah – Dr. Siddiq Fadzil : http://wp.me/piAx4-13p

    • salam alaika,,

      makasih atas infonya.

  3. salam,,

    di dalam al quran allah memanggil orang
    yang beriman dengan panggilan,,

    yaa ayuhalazina amanu,,

    kepada orang awam allah memanggil,,

    ya sin (ya insan),, atau allah memanggil dengan panggilan,,

    yaa ayuhanash,,

    nah,, sekarang terpulang kepada ante untuk memilih yang mana,,

    ya ayuhalazina amanu,, atau ya sin,, atau ya ayuhanash,,

    tidak mahukan ante mengetahui tentang
    panggilan allah???

    cukupkah,, dengan panggilan.. hai orang-orang yang beriman…saja.

    allah u a’lam

  4. alaikamolloh,
    tuan haji
    terima kasih dengan maklumat yang baik itu. andai kata alloh ada panggilan begitu kepada orang beriman dan juga orang awam bagaimana pula panggilan orang beriman dan orang awam kepad alloh, apa kah ada sebutan itu antara kenal dan mengenal.
    wassalam

    • salam,,
      bagi yang kenal mengenal gamaknya aku engkau, dan engkau akulah

      allah u a’lam

      • terimakasih haji yang mulia
        salam laika…sekalian..

        Menanga Bagi yang sudah ma rifat
        Allah sering Mengyapa Hambanya sebagai engkau adalah AKU
        aku dalah ENGKAU itu memang benar karena sudah rahasianya
        sudah esa..

      • salam alaika,,

        makasih sdr Tahjud nan mulia.

  5. alaikamulloh .
    terima kasih tuan haji muga sentiasa di berkati jua .
    wassallam

    • salam alaika,,

      makasih kembali

      sdr Hamzah.

  6. Salam….
    Hanya dengan KURNIA nya AKU kenal.
    Saksi dan Menyaksikan antara Allah dan
    Nurnya.

    • salam,,

      benar sekali,,

      tapi perlu berusaha dengan gigih
      agar ia berkenan memberikan
      kurnianya.

  7. Salam….
    Usaha adalah asbab yang. dijadikan untuk setiap
    pencapaian. Asbab juga menjadi hijab kepada
    rohani.

    Maka bermakrifat itu adalah tanpa HIJAB.

    • salam,,

      pada permulaan perjalanan salik
      tidak akan terlepas daripada syirik,,
      kerana ia belum makrifat lagi,

      dan tidak ada salik yang terus makrifat,
      kerana makrifat harus dicari,,

      tanpa hijap ini hanyalah selepas makrifat,,
      banyak orang berbica berkaitan tanpa hijab,,

      tapi tahukah mereka maksud tanpa hijab yang
      sebenar,

      allah u aklam

  8. Salam…
    Bagaimana mungkin Allah dapat dihijabkan oleh
    suatu yang lemah.
    Barangkali mungkin si salik masih cinta dunia.
    Maka demikian terlalai dari melihat ketajalian
    sifat-sifat kebesaran ALLAH dalam setiap sesuatu.

    Mungkin itu dinamakan FANAH DUNIAWI kot.

    • salam,,

      memang benar allah itu tidak dapat dihijab oleh sesuatu pun,,
      tapi,, itu bagi mereka yang telah mengenal ,,
      bagi mereka yang telah esa,,

      tapi bagi kebanyakan orang allah dan dirinya adalah dua,,
      jadi anggapan inilah yang menghijab mereka,,

      anggapan inilah yang harus dibuang,,

      tetapi untuk membuangnya
      bukanlah mudah,, kerana ego akan melawannya bermati-matian,,
      kerana ego tahu,,

      apabila manusia itu
      masukan ke makam keesaan,,
      maka ego akan berkubur., dan ia tidak mahu itu akan terjadi.

      allah u aklam

  9. Salam …terima kaseh akan keterangan 2 yang di atas ….

    sekira nya maseh salik lagi dan menduakan diri kita
    serta maseh lagi aku yang melakukan nya >>>>>
    memang lah tidak kesampaian lagi ….///

    untuk mengatasi nya ….terlalu sukar dan susah
    buat diri ini…. hanya memerlukan pertolongan
    dari sahabat yang telah kesampaian kpd NYA
    untuk sama2 mendoa kan kita semua …dengan izin Nya ..

    • salam,,

      semoga ante akan ketemu
      yang ante hajati,,, amin.

  10. di satiap petemuan pasti ada jalan arah serta cara yang boleh menyampaikan di satiap amalan ..>>>apa kah cara jalan nya serta arah nya//???

  11. Assalammulikum, pak haji saya membaca ketikan pak haji yg mana saya mohon penjelasan yg sangat rinci tentang menggenal diri. saya sangat kurang sekali pengetahuan tentang diri itu sendiri. karena saya tinggal di daerah pesisir pantai jakarta yg sy sendiri kurang pengetahuan tentang diri itu sendiri. apakah yg harus saya pelajari tentang diri? terima kasih bila ada yg mau memberikan comentnya. Wasalam.

    • salam,,

      bagi ana,,, perkara yang asas bagi mengenal diri,,
      adalah mempelajari Sifat 20 terlebih dahulu,,
      di sini kita akan tahu,,wujud kita sebenarnya adalah kerana wujud Dia.

  12. Salam..

    sy bersetuju dgn hajirikhusyuk…
    kenallah sifat2nya dahulu..
    supaya tidak kita semua menjadi jahil murakab.
    kenalilah dahulu muhaddas dan Qadim..

  13. terkandung sebuah pelajaran makrifatullah yang amad dalam dan mengena..semoga bnyak pembaca yg faham shg membawanya kepada “MA’RIFATULLAH” yg SEMPURNA…amin…..

  14. Salam,
    Artikelnya sangat menarik, Terimakasih saya mohon izin untuk copy isinya ya pak Haji, agar banyak orang yang sadar bahwa tujuan hidup kita di dunia ini adalah untuk mengenal Allah!!
    Wassalam.

  15. Salam,
    Mohon copy kandungan nya…. Terima
    kasih

  16. assalamu alaikum wr wb,

    pak haji, mhn izin copy artikel yg. ada di blok ini
    untuk pembelajaran dan insya Allah sy. bisa mengambil manfaatnya, trims.

  17. Nawaitu bi niati rosullillah……….mhn bimbingannya dlm menetapkan wajahtu wajhiyyah…dan doa nya spy anna dlm golongan orng yg istiqoma(ditengah tengah),sholeh(tdk hancur),….amiii….n. tks/Iman basuki(di palembangi)


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: